Iran Siap Tempur dan Negosiasi, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu 7 Syarat

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 23:10 WIB
Selat Hormuz. Washington telah menyampaikan sejumlah usulan melalui mediator setelah Teheran mengajukan peta jalan tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. (Al-Jazeera)
Selat Hormuz. Washington telah menyampaikan sejumlah usulan melalui mediator setelah Teheran mengajukan peta jalan tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. (Al-Jazeera)

batampos - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran tidak gentar menghadapi tindakan Amerika Serikat. Iran, kata dia, siap menghadapi konflik militer sekaligus tetap membuka jalur negosiasi.

"Kami hadir di medan tempur militer dengan segenap kekuatan kami dan akan menghadapi mereka dengan kejutan-kejutan baru. Kami menggunakan instrumen diplomasi untuk menegaskan keunggulan kami di bidang militer dan memperjuangkan hak-hak rakyat Iran," kata Ghalibaf dalam sidang parlemen, Minggu (4/10), seperti dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Washington disebut menyampaikan sejumlah usulan melalui mediator, menyusul proposal Teheran mengenai peta jalan tujuh hari untuk membuka kembali Selat Hormuz. Reuters juga melaporkan bahwa respons Amerika Serikat telah disampaikan melalui mediator Qatar.

Ghalibaf menegaskan, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sebelum tujuh syarat Iran yang didasarkan pada Memorandum Islamabad terpenuhi. Memorandum tersebut merujuk pada kerangka kesepakatan yang dicapai Iran dan Amerika Serikat pada Juni.

Syarat Iran untuk Mengakhiri Konflik

Bulan lalu, Iran menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Amerika Serikat melalui mediator Qatar sebagai bagian dari upaya mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari.

Persyaratan yang disampaikan Teheran antara lain penghentian menyeluruh permusuhan di berbagai lini, pencairan dana Iran yang dibekukan, serta penghentian blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari apabila persyaratan yang diajukan terpenuhi.

Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap jalur tersebut telah berdampak pada aktivitas pelayaran dan perdagangan energi di kawasan.

Iran Buka Jalur Diplomasi

Di tengah ketegangan militer, Ghalibaf menegaskan Iran tetap menggunakan jalur diplomasi. Menurut dia, Teheran akan mempertahankan kemampuan militernya sekaligus melanjutkan upaya negosiasi.

Sikap serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Ia mengatakan Teheran serius mencari solusi diplomatik, tetapi juga siap mempertahankan diri jika kembali menghadapi tindakan militer.

Upaya mengakhiri konflik terus berlangsung melalui jalur tidak langsung yang dimediasi sejumlah negara, termasuk Qatar. Perbedaan utama dalam pembicaraan saat ini berkaitan dengan urutan pelaksanaan langkah-langkah yang disepakati, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan isu-isu terkait program nuklir Iran.

Dengan demikian, Teheran saat ini mempertahankan dua jalur sekaligus, yakni kesiapan menghadapi konflik militer dan upaya mencapai penyelesaian melalui negosiasi.(*)

Editor : Cipi Ckandina
negosiasi Tempur selat hormuz iran