batampos - Kosmetik berbahan lokal seperti salmon, bit gula atau sugar beet, hingga getah pohon birch semakin populer di Hokkaido, Jepang. Selain memanfaatkan kekayaan alam setempat, penggunaan bahan lokal tersebut ikut memperkuat hubungan produsen dengan masyarakat dan perekonomian daerah.
Dilansir dari Kyodo, Senin (28/9), sejumlah produsen kosmetik di Hokkaido menggunakan bahan alami, termasuk bahan yang berasal dari produk pangan, dalam berbagai produknya.
Pengembangan kosmetik berbahan lokal tersebut tidak hanya menciptakan produk dengan ciri khas Hokkaido. Aktivitas industri juga memberikan dampak ekonomi melalui wisata pabrik, penyerapan tenaga kerja lokal, serta dukungan terhadap daerah penghasil bahan baku.
Dalam pameran dan acara penjualan kosmetik yang digelar di kantor pemerintah Hokkaido pada Mei, tujuh perusahaan lokal memamerkan produk yang menggunakan bahan dari berbagai wilayah di pulau tersebut.
Perusahaan Abyssal Japan yang berbasis di Sapporo, misalnya, menampilkan lulur tubuh yang menggunakan butiran bit gula untuk membantu mengangkat kotoran dari kulit secara lembut.
Produk tersebut diklaim cukup ringan untuk bayi dengan kulit sensitif maupun penderita dermatitis atopik.
Produk lainnya antara lain serum dengan bahan pelembap yang berasal dari tulang rawan hidung salmon serta tabir surya berbahan peppermint Jepang.
“Mereka sangat memperhatikan bahan yang digunakan, sehingga membuat saya merasa tenang dan terus kembali membeli produk mereka,” kata seorang investor perempuan berusia 55 tahun dari Sapporo yang mengunjungi pameran tersebut.
Wisata Pabrik Kosmetik di Hokkaido
Kosmetik berbahan lokal Hokkaido dapat ditemukan di bandara maupun toko oleh-oleh. Namun, sebagian konsumen memilih datang langsung ke pabrik yang berada di sejumlah wilayah di luar pusat kota.
Shiro Co., perusahaan kosmetik sekaligus peritel yang didirikan di Hokkaido pada 1989, membuka pabrik di Sunagawa pada 2023. Lokasinya sekitar satu jam perjalanan menggunakan mobil dari Sapporo.
Di fasilitas tersebut, pengunjung dapat membuat parfum sesuai selera mereka. Hingga Juni, jumlah pengunjung secara keseluruhan telah mencapai 800.000 orang.
Shiro menggunakan 13 bahan dari Hokkaido dalam berbagai produknya, termasuk asparagus dan Rawan-buki, salah satu jenis tanaman butterbur berukuran besar.
“Kami mencari bahan di seluruh dunia sebelum menyadari bahwa Hokkaido sendiri memiliki bahan-bahan yang sangat baik,” kata manajer fasilitas Kohei Takeda.
Menurut Takeda, pesan mengenai pemanfaatan bahan lokal Hokkaido mendapat respons positif dari konsumen dan mendorong mereka untuk terus menggunakan produk Shiro.
Sementara itu, perusahaan perawatan kulit Natural Science Co. yang berbasis di Tokyo membuka pabrik sekaligus museum di bekas gedung sekolah menengah pertama di Shiraoi.
Perusahaan tersebut memilih lokasi itu karena terdapat mata air dari Danau Kuttara yang dikenal memiliki salah satu sumber air paling jernih di Jepang.
Tanaman calendula yang digunakan dalam krim tubuh dan minyak kecantikan perusahaan juga ditanam di area fasilitas.
Fasilitas tersebut menarik sekitar 80.000 pengunjung setiap tahun sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Hampir 80 persen atau 94 karyawan fasilitas tersebut direkrut dari wilayah sekitar.
Industri Kosmetik Ikut Jaga Hutan
Produsen kosmetik besar Kose Corp. mengambil pendekatan berbeda dengan menjalin kerja sama bersama Kota Bifuka. Wilayah tersebut menjadi salah satu sumber getah pohon birch putih yang digunakan sebagai bahan produk kosmetik perusahaan.
Melalui kerja sama yang bertujuan menjaga kelestarian hutan sekaligus menghidupkan kembali perekonomian daerah, Kose membantu menanggung biaya pengelolaan hutan yang terbengkalai.
Perusahaan tersebut juga menanam pohon birch putih dan memanfaatkan getahnya sebagai bahan kosmetik.
Inisiatif itu dirancang tidak hanya untuk menjaga ketersediaan bahan baku, tetapi juga mendukung perkembangan industri lokal secara berkelanjutan.
“Kami berharap hal ini juga membantu meningkatkan profil Bifuka sebagai sumber bahan baku,” kata Hiroki Ogura, kepala seksi di pemerintahan Kota Bifuka.
(*)
Editor : Putut Ariyo