Elon Musk Ganti Nama SpaceXAI Jadi SpaceXSI

jpg • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 10:10 WIB
Elon Musk berbicara melalui tautan video saat penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq MarketSite, New York, Amerika Serikat. FOTO: Irish Independent
Elon Musk berbicara melalui tautan video saat penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq MarketSite, New York, Amerika Serikat. FOTO: Irish Independent

batampos - Elon Musk berencana mengganti nama unit kecerdasan buatan milik SpaceX dari SpaceXAI menjadi SpaceXSI. Rencana tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendorong penggunaan istilah super intelligence atau kecerdasan super sebagai pengganti artificial intelligence (AI).

Dilansir Reuters, Senin (5/10/2026), Musk mengonfirmasi rencana tersebut melalui platform X pada Minggu (4/10). Pernyataan itu disampaikan saat menjawab pertanyaan seorang pengguna mengenai kemungkinan SpaceXAI berganti nama menjadi SpaceXSI.

"Ya, kami akan melakukan perubahan itu," tulis Musk.

Namun, perubahan nama tersebut belum diterapkan secara resmi ketika laporan Reuters diterbitkan. Akun X milik SpaceXAI juga masih menggunakan nama lama.

Musk belum menjelaskan alasan teknis perubahan nama maupun kapan proses tersebut akan dilakukan. SpaceX juga belum memberikan tanggapan terkait rencana tersebut.

Istilah Super Intelligence Didorong Trump

Rencana perubahan nama SpaceXAI berkaitan dengan dorongan Trump untuk menggunakan istilah super intelligence atau SI sebagai pengganti AI dalam komunikasi pemerintah AS.

Trump sebelumnya menyampaikan gagasan tersebut dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia mengatakan dokumen pemerintah AS akan menggunakan istilah super intelligence dan berharap istilah tersebut juga digunakan secara lebih luas.

"Mulai sekarang, seluruh dokumen pemerintah Amerika Serikat, dan mudah-mudahan juga dokumen di seluruh dunia, akan menggunakan istilah yang menurut saya lebih tepat, yakni 'super' alih-alih 'artificial'. Jadi, istilah yang digunakan adalah super intelligence," ujar Trump.

The Star melaporkan perubahan istilah tersebut berlangsung di tengah perdebatan internasional mengenai perkembangan dan risiko teknologi AI. Sejumlah negara mendorong standar keselamatan serta koordinasi internasional, sementara pemerintahan Trump menolak sejumlah upaya membangun skema global untuk mengendalikan perkembangan AI.

Musk juga menunjukkan dukungannya terhadap penggunaan istilah SI. The Information melaporkan bahwa pada Minggu, Musk menulis, "Tidak ada lagi AI. SI. Lebih baik."

Dalam unggahan lainnya, Musk menyebut SpaceX sebagai "perusahaan superintelligence".

SpaceXAI Berkaitan dengan Bisnis AI Musk

Perubahan nama tersebut juga terjadi ketika teknologi kecerdasan mesin menjadi bagian dari ekspansi bisnis Musk.

SpaceXAI sebelumnya digunakan sebagai nama unit AI milik Musk yang mengembangkan berbagai teknologi, termasuk chatbot Grok. The Star melaporkan pada Juli bahwa xAI telah diakuisisi SpaceX dan kemudian beroperasi sebagai SpaceXAI.

Integrasi tersebut semakin mempererat hubungan bisnis Musk di bidang antariksa, komputasi, dan kecerdasan buatan.

Secara teknis, istilah superintelligence memiliki pengertian yang lebih spesifik daripada sekadar pengganti kata AI. Istilah tersebut umumnya merujuk pada sistem yang kemampuan intelektualnya melampaui manusia dalam berbagai bidang.

Karena itu, penggunaan istilah SI juga berkaitan dengan perdebatan mengenai kemampuan teknologi, keselamatan, serta batas pengembangan sistem kecerdasan mesin.

Untuk saat ini, perubahan nama SpaceXAI menjadi SpaceXSI masih sebatas pengumuman Musk. Belum ada jadwal resmi, perubahan pada akun SpaceXAI, maupun penjelasan perusahaan mengenai dampak korporasi dari rencana tersebut.

Jika terealisasi, perubahan itu akan membuat istilah super intelligence yang didorong Trump masuk ke identitas bisnis salah satu perusahaan teknologi terbesar milik Musk. (*)

Editor : Putut Ariyo
elon musk SpaceXAI SpaceXSI donald trump spacex