AS, Eropa, Ukraina Bahas Langkah Akhiri Perang dengan Rusia

JawaPos • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 13:31 WIB
Ilustrasi tawanan perang Ukraina bersiap untuk ditukarkan dengan tawanan perang Rusia. (Igor Tkachenko/Reuters/Antara)
Ilustrasi tawanan perang Ukraina bersiap untuk ditukarkan dengan tawanan perang Rusia. (Igor Tkachenko/Reuters/Antara)
batampos – Amerika Serikat (AS), negara-negara Eropa, Ukraina, dan NATO menggelar pembicaraan di Florida, AS, Jumat (9/10/2026), untuk membahas upaya meredakan ketegangan dan mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Dialog tersebut juga menyoroti persiapan menghadapi musim dingin serta jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina dan Eropa.

Utusan Khusus AS Steve Witkoff menyebut pembicaraan itu berlangsung konstruktif. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari ketahanan energi, ekspor biji-bijian, jaminan keamanan, hingga pemulihan ekonomi Ukraina setelah perang.

“Pembahasan tersebut mencakup berbagai isu, termasuk langkah-langkah jangka pendek terkait kesiapan menghadapi musim dingin, jaminan keamanan, serta pengaturan jangka panjang untuk keamanan Ukraina dan Eropa guna mencegah konflik di masa depan,” tulis Witkoff melalui platform X.

Menurut Witkoff, para peserta juga membahas dukungan terhadap rekonstruksi pascaperang dan upaya mendorong kemakmuran ekonomi Ukraina, termasuk proses keanggotaan negara tersebut di Uni Eropa.

Ia mengatakan pertemuan itu membantu mengidentifikasi sejumlah bidang yang perlu dibahas lebih lanjut menjelang pertemuan berikutnya antara AS dan Rusia.

Para peserta, lanjut Witkoff, menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan upaya diplomatik guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan, memperkuat keamanan, serta membuka peluang bagi stabilitas dan kemakmuran jangka panjang.

Trump Klaim Pembicaraan dengan Putin Berjalan Sukses

Pertemuan di Florida berlangsung pada hari yang sama ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan telah melakukan pembicaraan yang disebutnya sangat sukses dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Melalui platform Truth Social, Trump juga menyampaikan adanya kesepakatan terkait pasokan solar dari Rusia ke pasar AS dan pasar global.

Trump menyebut pasokan awal mencapai lebih dari 300.000 ton. Selain itu, terdapat rencana tambahan pasokan sebanyak 500.000 ton pada November dan satu juta ton setelahnya.

Namun, rincian mengenai pelaksanaan pasokan tersebut belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang disampaikan.

AS Terbitkan Izin Transaksi Solar Rusia

Departemen Keuangan AS kemudian menerbitkan izin umum yang mencakup transaksi terkait penjualan, pengiriman, pembongkaran, dan impor solar dari Rusia hingga 7 April 2027.

Perkembangan tersebut menjadi bagian dari dinamika hubungan AS-Rusia di tengah upaya diplomatik untuk meredakan konflik Ukraina.

Meski pembicaraan melibatkan sejumlah pihak penting, jalan menuju perdamaian masih membutuhkan negosiasi lanjutan. Persoalan jaminan keamanan, ketahanan energi, pemulihan ekonomi, dan pengaturan keamanan kawasan menjadi sejumlah isu yang dibahas dalam upaya mencari penyelesaian konflik.

Upaya diplomatik tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi tercapainya kesepakatan yang mampu mengakhiri perang sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Eropa.

Catatan redaksi: Klaim mengenai kesepakatan pasokan solar dan penerbitan izin transaksi AS sebaiknya diverifikasi melalui sumber resmi sebelum publikasi. Pernyataan Trump perlu tetap ditulis sebagai klaim yang bersumber darinya, bukan sebagai kesepakatan yang telah terlaksana. (*)

Editor : Jamil Qasim
dan NATO ukraina