batampos – Militer Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap 17 permukiman dan empat lembah di Lebanon selatan. Serangan melibatkan pesawat tempur, artileri, serta pasukan darat.
Informasi tersebut disampaikan sumber militer Lebanon kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, sebagaimana dilansir Antara, Senin (12/10).
Menurut sumber tersebut, pesawat Israel menyerang Lembah Al-Hujeir, sebuah bangunan kayu yang tidak berpenghuni di pinggiran Nabatiyeh El Faouqa, serta permukiman Mansouri, Tallouseh, dan Kfar Tebnit.
Serangan artileri juga dilaporkan menghantam sejumlah wilayah, di antaranya Kfar Tebnit, Mansouri, Beit Yahoun, Majidiyeh, Haddatha, Khiam, Zawtar El Charqiyeh, Beit Lif, Nabatiyeh El Faouqa, kawasan Kfarchouba, dan pinggiran Baraachit.
Selain itu, Lembah Zebqine, Khansa, dan Slouqi turut disebut menjadi sasaran serangan.
Ledakan dan Tembakan di Wilayah Perbatasan
Sumber militer Lebanon tersebut juga melaporkan serangkaian peledakan terkendali berskala besar oleh pasukan Israel di kawasan Kfarkela menuju Taybeh, serta wilayah antara Taybeh dan Aadshit El Qsair.
Tembakan senapan mesin dilaporkan diarahkan ke Rchaf, di pinggiran Haddatha, serta wilayah Mansouri, Beit Yahoun, dan Meiss El Jabal.
Belum terdapat keterangan mengenai jumlah korban maupun besarnya kerusakan akibat rangkaian serangan tersebut dalam laporan yang dikutip.
Serangan Berlanjut di Tengah Kesepakatan
Serangan itu berlangsung di tengah upaya meredakan ketegangan dan memulihkan kendali pemerintah Lebanon atas wilayah selatan negara tersebut.
Menurut laporan Antara, kerangka kesepakatan yang dicapai Lebanon dan Israel pada 26 Juni melalui mediasi Amerika Serikat mencakup pemulihan kendali militer Lebanon secara bertahap di wilayah selatan. Kesepakatan tersebut juga memuat ketentuan mengenai pelucutan senjata kelompok bersenjata nonnegara dan penarikan pasukan Israel dari wilayah yang telah disepakati.
Namun, Israel masih melancarkan serangan ke wilayah Lebanon dengan alasan mencegah pembangunan kembali infrastruktur militer Hizbullah, perpindahan persenjataan, serta serangan terhadap pasukan dan wilayah perbatasan Israel. (*)