batampos – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap Iran. Ia bahkan mengancam akan memberikan pelajaran keras kepada Teheran di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir negara tersebut.
Ancaman itu disampaikan Trump saat berkampanye untuk mendukung kandidat Partai Republik dalam pemilihan sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November mendatang. Kampanye tersebut digelar di Wasilla, Alaska, Selasa (13/10).
“Tunggu sampai kalian melihat apa yang akan kami lakukan terhadap Iran. Kami akan memberikan pelajaran yang keras. Kami sudah muak. Kalian tahu, kami sudah muak,” kata Trump di hadapan para pendukungnya.
Trump juga menyiratkan bahwa Iran hanya perlu menunggu untuk mengetahui tindakan yang akan diambil Washington.
“Kami sudah tidak tahan lagi, tetapi itu bukan masalah. Hal terpenting adalah mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujarnya.
Pernyataan tersebut kembali menegaskan sikap Trump yang menjadikan pencegahan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran sebagai salah satu prioritas kebijakan pemerintahannya.
Muncul Laporan Rencana Operasi Baru
Ancaman Trump muncul setelah situs berita Axios melaporkan adanya pembahasan antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kemungkinan pelaksanaan operasi besar-besaran baru terhadap Iran.
Mengutip dua pejabat Amerika Serikat dan sejumlah sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut, Axios menyebut pembahasan itu berlangsung sebelum Trump secara terbuka menyatakan tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan sela AS.
Laporan tersebut menambah perhatian terhadap arah kebijakan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran di tengah ketegangan terkait program nuklir Iran.
Meski demikian, pernyataan Trump mengenai kemungkinan tindakan lanjutan terhadap Iran tidak dengan sendirinya memastikan bahwa operasi militer baru telah diputuskan atau akan segera dilaksanakan.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan pemerintah AS serta dinamika hubungan Washington, Tel Aviv, dan Teheran. (*)