batampos- Mundurnya Airlangga Hartanto sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) tak terpengaruh dengan berjalannya partai tersebut, termasuk jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Menuju Pemilihan Walikota (Pilwako) Tanjungpinang, Golkar setempat memastikan tetap akan berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Gerindra. Bahkan, sudah ada dua nama yang diusulkan DPD II Golkar Tanjungpinang ke DPP untuk direkomendasikan sebagai bakal calon Walikota dan Wakil Walikota.
"Dari usulan DPD Tanjungpinang dan Kepri, Golkar mengusul Lis dan Raja Ariza. Posisi suratnya sudah di meja Ketum yang lama dan sudah ditandatangani oleh Sekretaris," kata Sekretaris DPD II Golkar Tanjungpinang, Novaliandri Fathir, Kamis (15/8).
Menurutnya, semua rekomendasi Pilkada 2024 yang sudah maupun belum keluar akan mengalami perubahan, usai adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada 20 Agustus mendatang.
Kendati demikian, Fathir menegaskan bahwa Golkar Tanjungpinang tetap solid untuk mendukung Lis Darmansyah sebagai bakal calon Walikota dan Raja Ariza sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang.
"Tapi intinya kami di kabupaten dan kota sudah mengusulkan dua nama tersebut. Walaupun ada perubahan, tapi kita tetap masih solid mendukung Lis dan Raja Ariza," ungkapnya.
Ia membeberkan alasan lebih memilih berkoalisi dengan PDI Perjuangan dan Gerindra, dibandingkan mengsung kader Golkar untuk ikut bertarung merebutkan kursi Walikota atau Wakil Walikota Tanjungpinang.
Menurutnya, koalisi dengan PDI Perjuangan di Pilwako Tanjungpinang tersebut akan dilakukan sejalan, dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kepri. "Nanti akan sejalan dengan pak Ansar dan Lis. Sekarang kan politik masih Dinamis," pungkasnya.
Diketahui, selain Lis Darmansyah-Raja Ariza, Rahma dan Riza Hafiz juga menjadi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang. Pasangan Rahma-Riza Hafiz itu telah diusung oleh tiga partai politik, yakni Nasdem, PKS dan Demokrat.
Sementara pasangan Lis Darmansyah dan Raja Ariza, telah menerima rekomendasi dari partai Gerindra, Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (P3). (*)
Reporter: M Ismail
Editor : Tunggul Manurung