batampos- Harga eceran tertinggi (Het) minyak goreng merek MinyaKita di Kota Tanjungpinang, Kepri resmi mengalami kenaikan. Dari yang harganya Rp14 ribu per liter, kini menjadi Rp15.700.
Harga minyakita saat ini lebih mahal, jika dibandingkan dengan harga minyak goreng premium lainnya, seperti panina dan cammila yang harganya senilai Rp14.500 hingga Rp15 ribu per liter.
Distributor minyakita CV Bintang Perkasa Tanjungpinang, M Sadmi Al Qayum mengatakan aturan terbaru dari Kementerian Perdagangan terkait het minyakita sudah dikeluarkan. Dalam aturan itu, menurutnya minyakita sudah diperbolehkan dijual senilai Rp15.700.
"Kenaikan itu memang dari kebijakan Pemerintah, yang ingin menaikan Het dari Rp14 ribu jadi Rp15.700," tegas Sadmi, Senin (19/8).
Sadmi menerangkan, saat ini stok minyakita yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan di Tanjungpinang sebanyak 500 kilogram. Ratusan kilogram minyak goreng itu hanya cukup bertahan selama beberapa hari saja.
Selain itu, kata dia minyakita yang tersedia saat ini masih dijual dengan harga Rp14 ribu per liter. Kendati demikian, harga tersebut akan berubah jika 5.000 ton stok baru sudah tiba.
"Saya juga sudah komunikasikan dengan pabrik, mereka masih rapat internal untuk merubah harga. Ketika stok baru datang, akan kita jual dengan harga terbaru, walaupun labelnya masih Rp14 ribu," ungkapnya.
Dengan adanya kebijakan tersebut, menurut Sadmi minyakita yang selama ini dikenal dengan minyak goreng murah, kini berubah menjadi minyak mahal. Sebab, harga minyakita saat ini lebih tinggi sedikit, dibandingkan dengan minyak goreng premium merk lainnya.
"Kalau kita lihat di pasaran, ada minyak yang lebih murah lagi. Banyak merk minyak goreng premium yang dijual Rp14.500 hingga Rp15 ribu per liter," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung