Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Malu Orang Tua Berprofesi sebagai Dukun, Pemuda di Tarempa, Anambas Nekat Akhiri Hidup

Ihsan Imaduddin • Kamis, 29 Agustus 2024 | 06:05 WIB
Photo
Photo

batampos - Malu dengan profesi yang berprofesi sebagai dukun, seorang pemuda bernama Fendi (23) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kediamannya yang berada di Jalan Sungai Sugi RT 005 RW 001 Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Anambas, Rabu, (28/8).

Kapolsek Siantan, Iptu Sutomo menjelaskan alasan pemuda itu bunuh diri terungkap setelah petugas menemukan wasiat yang ditulisnya didalam catatan handphone.

Didalam surat wasiat itu, korban meminta agar bapaknya untuk segera berhenti dari profesi sebagai dukun.

"Assalamualaikum mak kami minta maaf iya sama mak. Kalau selama ini banyak salah sama ayah sama kakak sama dery, semua yang ada di keluarga kita. Kami mohon terutama sama ayah sebesar-besarnya, tak usah jadi dukun lagi. Tobat ya ayah. Buang semua benda yang ada pada ayah. Mohon ayah tolong dengar kata-kata kami terakhir. Maafkan kami mak ayah, kami pergi dulu." tulis wasiat korban pada 03.12 WIB subuh tadi.

Selain itu, Sutomo menjelaskan kronologi awal terungkap korban meninggal dunia gantung diri, berawal dari ayah korban, Hadi sedang bermain ponsel di ruang tamu.

Lalu, sekitar pukul 12.50 WIB, ayah korban menyuruh istrinya, Marlisa untuk mengecek kamar, karena tidak melihat sang anak sejak pagi.

"Pas ibu korban ke kamar, terkejut melihat Fendi sudah tergantung pada kayu diatas pintu kamarnya," kata Sutomo.

Mengetahui hal itu, Marlisa melaporkan ke Hadi. Kemudian, Hadi meminta marlisa membawa parang untuk memotong tali yang digunakan korban buat gantung diri.

"Polisi datang ke lokasi, korban sudah dibaringkan di lantai rumah. Kami bawa ke RSUD Tarempa untuk di otopsi," kata Sutomo.

Sementara itu, abang ipar korban, Jery menilai sosok Fendi merupakan orang yang sangat tertutup. Bahkan, didalam rumah ia jarang keluar dari kamarnya

"Dia turun dari kamarnya itu hanya untuk makan, buang air dan mandi. Selebihnya dia di dalam kamar. Kalau pun keluar biasanya malam, itu pun sesekali saja," kata Jeri.

Belakangan ini, Jeri curiga dengan perubahan yang sangat mencolok dari sikap Fendi. Tepatnya, setelah almarhum pulang dari Kota Batam. Di Batam, almarhum diketahui bekerja sebagai tukang bangunan.

Di sisi lain, sebelum keberangkatannya ke Batam, sosok F sejak dulunya dikenal rajin ibadah dan salat.

Namun sejak kepulangannya, ibadah salatnya mulai berubah dan jarang dilakukan.

"Dia itu dulu rajin dan tak pernah tinggalkan salat lima waktu. Tapi setelah pulang dari Batam langsung ada perubahan dan dah jarang salat," pungkas Jery.(*)

Editor : Tunggul Manurung
#dukun