batampos- Andika (39) seorang warga Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri ini meninggal dunia, usai dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tanjung Uban, Kabupaten Bintan. Namun, kematian Andika, menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga.
Pasalnya, keadaan fisik Andika saat sesudah dan sebelum dirawat di RSJ tersebut sangat berbeda. Pihak keluarga memastikan, Andika diantar ke RSJ pada Senin, 16 September yang lalu karena mengalami gangguan jiwa. Namun, kala itu, kondisi fisik korban tanpa luka memar dan lebam.
"Memang ada luka lecet ditangan dan kaki, tapi hanya sedikit. Tapi sesudah empat hari (dirawat) lukanya malah bertambah," kata Cipta Kusuma, adik kandung korban, Sabtu (21/9).
Cipta merincikan, saudara kandungnya itu mengalami memar bagian paha kiri dan kanan, dua belah tangan hingga luka bagian punggung. Selain itu, korban dalam kondisi kurus, hingga dehidrasi saat ditemui oleh keluarganya.
Luka-luka yang terdapat di tubuh korban itupun menuai kecurigaan keluarga. Usai dinyatakan meninggal di Ruangan ICU RSJ atau RSUD Engku Haji Daud Tanjung Uban, pada Sabtu (21/9) jasad Andika langsung dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, untuk dilakukan visum.
"Jika memang hasil visumnya sesuai dugaan kita (penganiayaan) pasti akan kita tuntut habis. Mungkin karena penganiayaan, atau salah kasih resep obat," tegas Cipta.
Cipta menceritakan, pihak keluarga hanya bisa membesuk korban sebanyak satu kali dalam satu minggu. Sehingga, setiap harinya ia menghubungi pihak RSJ untuk menanyakan kondisi terkini korban. Kata dia, pihak RSJ kerap menjawab kondisi korban semakin membaik.
Kemudian setelah empat hari dirawat, pihak keluarga tiba-tiba dihubungi oleh pihak RSJ untuk mencarikan obat sesuai resep yang diminta. Keluarga langsung mencari di Tanjungpinang dan mengantarkan obat tersebut ke RSJ.
"Dari situ kita bisa lihat kondisinya. Almarhum sedang makan pasir di dalam ruangan. Memang tidak diperhatikan, kondisinya kurus tidak bisa berdiri, berbeda dengan saat kita antar ke sana," ungkapnya.
Cipta menambahkan, obat permintaan RSJ pun langsung diberikan kepada korban. Beberapa saat, korban langsung tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke ICU RSJ.
Setelah dilakukan pengecekan, korban malah dinyatakan terkena penyakit komplikasi. Kendati demikian, keluarga memastikan korban tidak mengidap penyakit apapun saat diantar ke RSJ Tanjung Uban tersebut.
"Sebelumnya sudah dicek kesehatan, kata dokter tidak ada masalah, cuma stres saja. Kok tiba-tiba ada komplikasi. Sehingga kita lalukan visum," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung