Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kepri Kurang 120 Dokter Spesialis, Saat Ini Ada 40 Dokter Belajar di Kampus Kedokteran, Pemprov Kepri Sediakan Beasiswa

Mohamad Ismail • Sabtu, 10 Mei 2025 | 12:00 WIB
Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri.
Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri.

batampos- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan mengalami kekurangan dokter spesialis sebanyak 120 orang.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemprov telah menyiapkan kuota beasiswa pendidikan kedokteran spesialis.

Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri mengatakan bahwa kuota beasiswa tersebut sesuai dengan jumlah dokter spesialis yang dibutuhkan oleh kabupaten kota di Kepri, yakni sebanyak 120 orang.

Sejauh ini, kata dia sudah ada 40 orang yang telah mulai belajar di kampus kedokteran di Indonesia.

"Sehingga sisa 80 orang lagi yang kita butuhkan. Tapi saat ini sudah ada 56 orang yang sudah mendaftar," kata Bisri, Jumat (9/5).

Ia menerangkan, beasiswa yang diberikan kepada calon dokter spesialis itu sebesar Rp200 juta per tahun.

Mereka akan menempuh pendidikan selama kurang lebih empat tahun, sehingga total beasiswa yang diberikan sebanyak Rp800 juta per tahun untuk satu orang.

Anggaran beasiswa yang diperkirakan mencapai Rp96 Miliar tersebut berasal dari APBD Pemprov, disuport dengan APBD kabupaten dan kota yang ada di Kepri.

Kendati demikian, pihaknya berharap Kementerian Kesehatan, dapat ikut membantu menganggarkan beasiswa tersebut.

"Kita jalankan program ini secara bertahap karena kondisi keuangan daerah masih menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi," tambahnya.

Ia menegaskan, bahwa dokter spesialis yang mendapatkan beasiswa dari Pemprov harus mengabdi minimal selama 15 tahun di Kepri.
Jika dokter beasiswa tidak komitmen, maka akan diberikan sanksi berupa pengembalian 20 kali uang beasiswa yang diberikan.

"Setelah lulus, penerima beasiswa diwajibkan mengabdi selama 15 tahun di wilayah Kepri. Jika tidak ya disanksi. Seperti mengembalikan beasiswa sebanyak 20 kali," tambahnya.

Ia menambahkan, bahwa beasiswa ini diharapkan mampu membantu rumah sakit di Kepri menjadi lebih mandiri, tanpa terus bergantung pada tenaga dokter spesialis dari luar daerah.

Dengan semakin banyaknya dokter spesialis dari daerah sendiri, dia menegaskan, maka kualitas pelayanan kesehatan di Kepri pun diprediksi dapat semakin meningkat.

"Targetnya, pelayanan rumah sakit bisa mencapai 80 persen. Itu sangat tergantung dari ketersediaan dokter spesialis," pungkasnya.(*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#dinkes #dokter #spesialis