“PPIH Embarkasi Batam telah mendistribusikan total dana living cost (uang saku) kepada 9.088 jemaah haji dengan nominal 750 Riyal Saudi (SAR) untuk tiap jemaah yang diberangkatkan melalui Asrama Haji Batam,” ujar Kepala Bidang Perbekalan PPIH Embarkasi Batam, Hamdanis, Senin (2/5) lalu.
Dijelaskannya, jumlah tersebut terdiri dari jemaah asal Kepulauan Riau (Kepri), Riau, dan Kalimantan Barat (Kalbar).
Sementara jemaah dari Embarkasi Haji Antara (EHA) Jambi telah menerima living cost dari daerah asal. Lebih lanjut katanya, jika dikalkulasikan, sebanyak 6.816.000 SAR (Saudi Riyal) atau sekitar Rp29.9 miliar rupiah (dengan kurs Rp4,390).
“Jumlah keseluruhan living cost yang diserahkan kepada jemaah selama musim haji 2025 di embarkasi Batam. Penyaluran dana ini merupakan bagian dari persiapan bagi para jemaah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama berada di Tanah Suci,” jelasnya.
Ditegaskannya, living cost ini diharapkan dapat membantu kelancaran ibadah haji para jemaah dengan menyediakan dukungan finansial untuk pengeluaran pribadi.
"Alhamdulillah uang sudah diserahkan kepada seluruh jemaah, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan jemaah selama di Tanah Suci, baik untuk belanja harian, atau barangkali dipergunakan untuk pembayaran dam, sebagaimana dam tamattu’ yang menjadi kewajiban bagi jemaah haji Indonesia. Semoga berkah," kata Hamdanis.
Setiap jemaah menerima living cost dalam bentuk mata uang Riyal Saudi yang nilainya telah disesuaikan. Proses penyerahan living cost dilakukan secara terkoordinasi saat jemaah tiba di Aula penerimaan Asrama Haji Batam, bersamaan dengan layanan lainnya, dan sesuai dengan jadwal keberangkatan kloter.(*)
Editor : Tunggul Manurung