batampos– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus mengintensifkan pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis bagi masyarakat, khususnya di Kota Batam.
Program ini digelar melalui kerja sama dengan berbagai fasilitas layanan kesehatan, mulai dari rumah sakit, klinik, bidan mandiri, hingga seluruh puskesmas yang tersebar di setiap kecamatan.
Kepala BKKBN Kepri, Rohina, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangun keluarga berkualitas melalui pendekatan kesehatan reproduksi yang terintegrasi.
“Pelayanan KB bukan hanya soal pengendalian kelahiran, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan ibu, anak, dan kesejahteraan keluarga secara keseluruhan,” katadia , Sabtu (21/6).
Di kota Batam yang memiliki populasi sekitar 1,2 juta jiwa, layanan KB menjadi kebutuhan mendasar.
“Kami tidak melarang masyarakat memiliki anak, namun kami ingin memastikan setiap anak yang lahir adalah anak yang sehat dan berkualitas. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengatur jarak kelahiran serta memperhatikan kesiapan fisik dan mental ibu,” ujar Rohina.
Rohina menegaskan bahwa keberhasilan program KB sangat berkaitan erat dengan pencegahan stunting serta peningkatan peran keluarga dalam pengasuhan anak.
Oleh karena itu, BKKBN Kepri juga menguatkan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan Gati (Gerakan Ayah Teladan), yang secara khusus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Selama ini peran ayah sering terabaikan karena kesibukan bekerja. Lewat program Gati, kami ingin menggugah kesadaran para ayah untuk aktif berperan dalam pengasuhan anak, terutama ketika berada di rumah,” jelasnya.
Sebagai bentuk transformasi layanan digital, BKKBN juga memperkenalkan Super Apps Keluarga Indonesia , merupakan aplikasi terpadu berbasis digital yang memberikan informasi dan layanan seputar program KB, pembangunan keluarga, edukasi kesehatan, serta fitur konsultasi mengenai stunting dan pola pengasuhan anak.
“Super Apps ini menjadi media yang sangat membantu masyarakat dalam mendapatkan akses informasi yang cepat, tepat, dan mudah dijangkau. Di era digital seperti sekarang, pendekatan teknologi harus dioptimalkan,” tambah Rohina.
Dengan berbagai program yang dihadirkan, BKKBN Kepri berharap mampu menurunkan angka kehamilan berisiko, mencegah kasus stunting sejak dini, serta menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.
Program KB gratis ini terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang status sosial. Masyarakat hanya perlu datang ke fasilitas layanan kesehatan mitra BKKBN terdekat untuk mendapatkan layanan dan penyuluhan yang dibutuhkan. (*)
Editor : Tunggul Manurung