Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

20 Persen dari 65 Ribu Pengangguran di Kepri adalah Tamatan S1 dan S2

Mohamad Ismail • Jumat, 21 November 2025 | 17:00 WIB

 

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya.
Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya.

batampos- Setidaknya terdapat 65 ribu angka pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dicatat oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya mengatakan bahwa penduduk berusia muda alias Generasi Z menjadi penyumbang pengangguran terbanyak di Kepri, yakni sebesar 60 persen atau sebanyak 39 ribu orang.

"60 persen memang usia muda, berusia 17 sampai 25 tahun, kebanyakan mereka hanya tamat SMA/SMK dan belum mendapatkan pekerjaan," kata Diky kepada Batam Pos, Kamis (20/11).

Selain itu, kata dia 20 persen total pengangguran di Kepri merupakan warga yang sudah selesai menempuh pendidikan S1 dan S2. Sebanyak kurang lebih 13.000 orang itu menganggur karena kalah saing dengan title S1 yang diinginkan perusahaan pencari tenaga kerja.

Perusahaan di Kepri, terutama di Batam dan Bintan kebanyakan mencari tenaga kerja yang memiliki title teknik mesin, kimia dan lain sebagainya.

"Namun warga S1 dan S2 di Kepri kebanyakan lulusan manajemen dan akutansi. Sementara yang paling banyak dibutuhkan oleh perusahaan adalah jurusan teknik," tambahnya.

Untuk menekan angka pengangguran tersebut, pihaknya akan melakukan vokasi untuk pengangguran yang baru tamat SMA/SMK hingga S1 dan S2. Sehingga, mereka yang memperoleh vokasi langsung dapat terjun ke dunia industri.

"Kita banyak melakukan vokasi dan pelatihan. Jika mereka sudah selesai dan tersertifikasi, dapat langsung terjun ke dunia pekerjaan," pungkasnya.

Sementara menurut data BPS Kepri, penduduk usia muda (15-24 tahun) yang menganggur
Ada sebanyak 30.517 orang atau sebanyak 42,64 persen dari seluruh pengangguran di Provinsi Kepri.

Kota Batam merupakan Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah pengangguran tertinggi sebanyak 19.518 orang atau sebesar 63,69 persen dari seluruh pengangguran usia muda di Kepri.

"Jika dilihat dari indikator pengangguran, TPT usia muda Kota Batam sebesar 17,44, terbesar kedua ialah Kabupaten Karimun sebesar 16,78 dan terbesar ketiga di Kabupaten Lingga 14,92," ujar Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama.

Berdasarkan hasil Sakernas Agustus 2024, pengangguran usia muda mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan tahun 2023 dan 2024. Di tahun 2023 ada sebanyak 28.812 orang sedangkan pada tahun 2024 sebanyak 30.517 orang.

"Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengangguran usia muda sebanyak 1.705 orang atau naik sebesar 5,92 persen poin dalam setahun terakhir," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#pengangguran