Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Lingga dan Batam jadi Lumbung Kemiskinan di Kepri

Mohamad Ismail • Rabu, 26 November 2025 | 12:00 WIB
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris.

batampos- Dinas Sosial (Dinsos) Kepulauan Riau mencatat setidaknya terdapat lebih kurang 117.280 jiwa penduduk di provinsi tersebut, yang masuk dalam kategori miskin.

Jika dipersentase, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kepri, Irwanto menyatakan bahwa saat ini angka kemiskinan Kepri mencapai 4,44 persen dari total penduduk yang ada saat ini.

"Jika se Indonesia kita terendah ke tiga, dibandingkan dengan provinsi lainnya. Saat ini penduduk miskin di Kepri ada 117.280 jiwa," kata Irwanto, Selasa (25/11).

Ia menjelaskan, bahwa angka kemiskinan Kepri paling banyak didominasi Kabupaten Lingga, dengan angka 9,9 persen. Sementara angka kemiskinan di Batam sebesar 3,8 persen dari total penduduk di Kota tersebut.

"Walaupun di Batam persentase nya kecil, namun jumlahnya banyak sampai puluhan ribu. Karena penduduknya banyak," tambahnya.

Sementara pendapatan penduduk miskin di Kepri paling banyak digelontorkan untuk membeli beras, rokok, daging ayam, hingga membayar sewa rumah dan listrik.

"Untuk penghasilan penduduk miskin, tergantung garis miskin setiap daerah. Di Lingga pendapatannya Rp600 ribu per bulannya," sebutnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bahwa Pemprov akan terus melakukan penanggulangan Kemiskinan, termasuk di Kabupaten Lingga uang memiliki persentase yang tinggi.

Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor agriculture, termasuk pengembangan komoditas sagu.

Selain itu, investasi pada hilirisasi silika saat ini tengah melalui tahap pengaturan, termasuk koordinasi dengan kementerian terkait untuk mempermudah perizinan.

"Ini semua untuk mempercepat serapan tenaga kerja di Lingga," ujat Nyanyang.

Nyanyang menegaskan bahwa pemerintah terus memprioritaskan pendampingan, advokasi, dan pelatihan bagi masyarakat sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran.

"Pertumbuhan ekonomi naik, investasi naik, maka pengangguran dan kemiskinan juga akan kita tekan," pungkasnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#kemiskinan