batampos- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti akan menghidupkan kembali sistem penjurusan IPA, IPS, dan bahasa di SMA mulai tahun ajaran baru 2025/2026. Kebijakan ini akan segera diformalkan dalam waktu dekat melalui peraturan menteri.
Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Batam, Kasdianto mengatakan pihaknya sudah mengetahui rencana kebijakan ini.
''Kita masih menunggu jukrah (petunjuk dan arahan). Sampai hari ini belum ada laporan juga,” ujarnya, Rabu (26/11).
Baca Juga: Satgas Pangan Kepri Grebek Gudang Beras di Tanjungsengkuang, Batam
Menurut dia, pemberlakuan kebijakan ini di Batam tidak akan mempengaruhi iklim pendidikan maupun perkembanban pembelajaran siswa.
“Kita ikuti saja, karena selama ini sesuai kurikulum. Tidak ada masalah,” katanya.
Kasdianto mengaku kebijakan ini nantinya akan berpengaruh kepada guru atau tenaga pengajar. Sebab, dalam sistem penjurusan ini, guru yang dibutuhkan akan lebih banyak.
“Kita dari dulu memang kekurangan guru. Tapi kekurangan ini masih bisa kita atasi sampai sekarang,” ungkapnya.
Diketahui, Menteri Pendidikan sebelumnya, Nadiem Makarim menghapus sistem penjurusan menggantinya dengan Kurikulum Merdeka pada tahun 2021. Kala itu, Nadiem menyebut terdapat pelabelan kuat di masyarakat, termasuk orang tua murid, bahwa jurusan IPA lebih unggul ketimbang IPS dan Bahasa.
“Intinya kita akan ikuti dan tidak ada masalah dengan kebijakan baru ini,” tutup Kasdianto. (*)
Editor : Tunggul Manurung