batampos — Stabilitas keamanan kawasan industri di Batam kembali menjadi perhatian serius. Kapolda Kepri, Asep Safrudin, menegaskan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk gangguan keamanan saat meninjau Kawasan Industri Terpadu Kabil, Rabu (1/4).
Kunjungan tersebut menjadi langkah strategis Polda Kepri dalam memperkuat pengamanan kawasan industri, yang dinilai krusial dalam menjaga kepercayaan investor.
“Sekecil apa pun gangguan kamtibmas akan berdampak terhadap kepercayaan investor. Tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan di kawasan industri,” tegas Asep.
Baca Juga: Vonis Tak Sesuai Tuntutan, Kejari Batam Resmi Ajukan Banding Kasus Sabu 1,9 Ton
Ia menekankan bahwa penindakan harus dilakukan secara tegas dan menyeluruh, termasuk terhadap jaringan penadah yang kerap menjadi bagian dari rantai kejahatan.
Selain penegakan hukum, Asep juga mengingatkan pentingnya menjaga persepsi positif terhadap Batam dan Kepulauan Riau di mata dunia. Menurutnya, isu keamanan yang berkembang dapat memengaruhi iklim investasi jika tidak dikelola dengan baik.
“Kepri memiliki keunggulan sebagai kawasan Free Trade Zone. Ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai muncul persepsi negatif yang merugikan daerah,” ujarnya.
Dalam pendekatannya, kepolisian tidak hanya mengedepankan langkah represif, tetapi juga preemtif dan preventif. Edukasi kepada masyarakat serta penguatan sinergi dengan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam menciptakan stabilitas jangka panjang.
Sementara itu, CEO Citramas Group, Kris Wiluan, menyampaikan apresiasi atas komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan kawasan industri Kabil.
Baca Juga: KARA Isyaratkan Reuni 2026, Pernyataan Member Jadi Petunjuk Kuat
“Keamanan adalah faktor utama bagi keberlanjutan investasi. Kami sangat mengharapkan dukungan Polri dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kawasan tersebut sempat menghadapi kasus pencurian kabel pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Peristiwa itu menjadi catatan penting dalam meningkatkan sistem pengamanan ke depan.
Di sisi lain, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap setiap potensi gangguan.
“Masyarakat dan pelaku usaha diimbau segera melapor jika terjadi permasalahan. Jangan menunggu viral. Respons cepat adalah kunci menjaga stabilitas,” tegasnya.
Baca Juga: Film Backrooms Tampilkan Trailer Perdana, Adaptasi Horor Internet Siap Hantui Bioskop
Kawasan Industri Kabil sendiri terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Batam, dengan berbagai fasilitas mulai dari industri manufaktur, pelatihan tenaga kerja, hingga pengembangan energi terbarukan.
Melalui penguatan pengamanan ini, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk memastikan kawasan industri tetap kondusif, sekaligus menjaga kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Riau. (*)
Editor : M Tahang