Batampos - Jumlah pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencapai 75 ribu orang di 2026 berjalan ini. Kondisi ini mendorong Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mencari berbagai langkah strategis agar para pencari kerja dapat terserap ke dunia kerja.
Ansar mengatakan, tingginya angka pengangguran menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa berbagai program telah disiapkan untuk menekan angka tersebut secara bertahap.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) di Kepri. Menurutnya, BLK menjadi sarana penting dalam meningkatkan keterampilan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Ia menjelaskan, pelatihan di BLK dirancang tidak hanya bersifat teori, tetapi juga mengedepankan praktik langsung. Hal ini bertujuan agar peserta memiliki kemampuan yang siap pakai saat memasuki dunia kerja.
“Balai Latihan Kerja kita optimalkan agar para pencari kerja memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan,” kata Ansar.
Dalam pelaksanaannya, BLK didukung oleh tenaga pelatih profesional yang berpengalaman di bidangnya. Para pelatih ini memberikan pembekalan teknis sekaligus pendampingan kepada peserta selama masa pelatihan.
Beberapa bidang pelatihan yang menjadi fokus antara lain pengelasan, menjahit, hingga keterampilan teknis lainnya. Program tersebut disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan industri di wilayah Kepri.
Baca Juga: Kasus Pembobolan Rekening Terulang, Sistem Keamanan Disorot
Untuk bidang pengelasan, misalnya, peserta dilatih hingga mampu memenuhi standar industri. Bahkan, kemampuan pengelasan bawah air juga mulai diperkenalkan karena dibutuhkan di sektor maritim.
Ansar menyebutkan, lulusan pelatihan pengelasan memiliki peluang besar untuk langsung bekerja di galangan kapal maupun perusahaan yang bergerak di sektor perkapalan.
“Pelatihan kita sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti pengelasan yang bisa langsung disalurkan ke galangan kapal, bahkan untuk kebutuhan pengelasan bawah air,” ujar Suami dari Dewi Kumalasari.
Selain pengelasan, keterampilan menjahit juga menjadi perhatian. Hal ini mengingat sektor industri kreatif dan usaha kecil menengah di Kepri terus berkembang.
Peserta pelatihan menjahit dibekali kemampuan mulai dari dasar hingga produksi pakaian siap jual. Dengan begitu, mereka tidak hanya bisa bekerja di industri, tetapi juga membuka usaha sendiri.
Tak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, Pemprov Kepri juga mendorong generasi muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satunya melalui dukungan permodalan.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan Bank Riau Kepri untuk memberikan kemudahan akses pinjaman modal bagi masyarakat yang ingin memulai usaha.
Kemudahan tersebut mencakup proses pengajuan yang lebih sederhana serta bunga pinjaman yang terjangkau. Program ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya wirausaha baru. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak