Batampos - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri menunjukkan tren positif dalam enam tahun terakhir. Pada 2025, IPM Kepri menembus angka 80,53, menandai peningkatan kualitas hidup masyarakat yang membaik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPM Kepri tumbuh rata-rata 0,72 persen per tahun, dari 77,69 pada 2020 menjadi 80,53 di 2025.
"Peningkatan ini ditopang oleh seluruh dimensi pembentuk IPM, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak," kata Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Prabowo Targetkan Perbaikan 1.800 Perlintasan Kereta Tanpa Palang, Siapkan Rp4 Triliun
Sementara dari sisi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir turut menunjukan tren positif. Dalam kurung waktu 2020-2025, UHH di Kepri meningkat dari 74,25 tahun menjadi 75,46 tahun. Khusus tahun 2025, UHH naik 0,34 tahun atau 0,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian untuk dimensi pengetahuan yang diukur melalui Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami peningkatan. Pada 2025, RLS mencatat percepatan pertumbuhan sebesar 2,10 persen atau naik 0,22 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara HLS hanya meningkat 0,01 tahun atau 0,08 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan periode 2020-2024 yang mencapai 0,77 persen per tahun.
"Namun selama lima tahun terakhir, HLS tumbuh rata-rata 0,63 persen per tahun, sedangkan RLS tumbuh lebih tinggi, yakni 1,16 persen per tahun," ungkapnya.
Baca Juga: Jaga Syiar di Hinterland, Baznas Batam Salurkan Insentif untuk 138 Dai
Jika dilihat dari dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan pada tahun 2025 mencapai Rp15,88 juta. Angka tersebut mengalami peningkatan Rp308 ribu atau 1,98 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu, setidaknya terdapat dua kota di Kepri yang status pembangunan manusianya terbilang sangat tinggi. Yakni Kota Batam dengan IPM 83,80 dan Kota Tanjungpinang 82,02.
Sementara itu, lima kabupeten lainnya berada pada kategori tinggi, yaitu Kabupaten Natuna 78,94, Bintan 78,65, Karimun 76,08, Kepulauan Anambas 74,07, dan Lingga 73,82.
"Dalam kurun waktu 2020-2025, terjadi peningkatan status pembangunan manusia dari tinggi ke sangat tinggi yang dialami Kota Tanjungpinang, yaitu sejak 2022," tutupnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak