Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BP3KR Abadikan Sejarah Perjuangan Kepri Lewat Buku Khusus Hari Marwah ke-24

Mohamad Ismail • Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB
KETUA BP3KR, Huzrin Hood (kiri) saat menyampaikan pembuatan buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
KETUA BP3KR, Huzrin Hood (kiri) saat menyampaikan pembuatan buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) bakal membuat buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri, dalam memperingati Hari Marwah Kepri ke-24. Buku itu akan diluncurkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Kepri ke-25 pada tahun 2027 mendatang, sebagai tanda perjalanan panjang perjuangan pembentukan Provinsi Kepri.

Ketua BP3KR, Huzrin Hood mengatakan, hari Marwah diperingati 15 Mei setiap tahunnya, bertujuan mengenang perjuangan masyarakat Kepri di Tugu Raja Haji Fisabilillah pada tahun 2002 yang lalu.

“Hari Marwah ialah semangat menuju kemandirian provinsi. Kita bukan diberikan provinsi begitu saja, tetapi diperjuangkan dengan gerakan yang kuat," kata Huzrin, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga: Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia, 37 WNI jadi Korban

Nantinya, tim penulis buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri akan mencari informasi dan kesaksian terkait proses perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, BP3KR juga berencana mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi Kepri agar Hari Marwah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai hari peringatan daerah.

Dengan begitu, masyarakat dan pelajar di Kepri dapat memahami sejarah perjuangan pembentukan provinsi tersebut.

“Kita ingin generasi muda tahu bahwa perjuangan pembentukan Kepri ini sangat dahsyat dan penuh pengorbanan,” ujarnya.

Baca Juga: Pajak Alat Berat di Batam Mulai Dipungut

Sementara itu, Sekretaris BP3KR, Sudirman Almun, mengatakan proses penyusunan buku sejarah ini diperkirakan bakal memakan waktu lebih dari satu tahun.

Ia menerangkan, agenda Hari Marwah tahun ini akan diisi dengan presentasi tim penyusun buku sejarah, tasyakuran bersama para pejuang pembentukan Kepri, hingga pidato politik BP3KR yang berisi maklumat perjuangan.

"Buku ini nanti bakal dikemas dalam pesta rakyat sebagai simbol selesainya dokumentasi perjuangan pembentukan provinsi," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#Hari Marwah Kepri #BP3KR #Huzrin Hood