batampos – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong pengembangan destinasi wisata di berbagai daerah guna mengurangi ketergantungan sektor pariwisata nasional terhadap Bali.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong pelaku industri pariwisata mengembangkan paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, wisata bahari (marine tourism), wastra, hingga seni budaya di berbagai destinasi unggulan Indonesia.
"Kami terus mendorong pelaku usaha industri pariwisata untuk mengembangkan paket-paket wisata tematik berbasis gastronomi, wellness, bahari atau marine tourism, wastra, serta seni budaya di berbagai destinasi unggulan," ujar Kementerian Pariwisata dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Pengembangan tersebut difokuskan pada 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR), yakni Bali, Great Jakarta, dan Kepulauan Riau (Kepri).
Baca Juga: Mubes Perdana KKSU Batam Berlangsung Demokratis, Pieter Andries Menang Telak
Selain itu, Kemenpar juga memperkuat promosi melalui kerja sama dengan agen perjalanan dan operator tur. Kolaborasi dilakukan dalam bentuk penjualan paket wisata, business matching, serta familiarization trip (fam trip) ke berbagai destinasi unggulan.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan Komisi VII DPR RI yang meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan Bali sebagai motor utama pariwisata nasional, melainkan juga memperkuat destinasi lain yang memiliki potensi besar.
Kemenpar menilai strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi prioritas.
Beberapa daerah yang mengalami peningkatan kunjungan antara lain Lombok-Gili Tramena, kawasan Bromo-Tengger-Semeru (BTS), serta kawasan Borobudur-Yogyakarta-Prambanan.
Peningkatan serupa juga terjadi di Labuan Bajo, Danau Toba, Manado-Likupang, Bangka Belitung, Raja Ampat, Wakatobi, hingga Morotai.
Melalui penguatan destinasi unggulan di luar Bali, pemerintah berharap distribusi kunjungan wisatawan semakin merata sehingga manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh berbagai daerah di Indonesia. (*)
Editor : Putut Ariyo