Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

BPS Kepri Kerahkan 1.589 Petugas Sensus Ekonomi 2026,

Antara • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:31 WIB
Petugas Sensus BPS Kepri menempelkan sticker Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Jalan Peralatan, Kota Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). ANTARA/Ogen
Petugas Sensus BPS Kepri menempelkan sticker Sensus Ekonomi 2026 di kediaman Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Jalan Peralatan, Kota Tanjungpinang, Senin (15/6/2026). ANTARA/Ogen

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mengerahkan sebanyak 1.589 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 di tujuh kabupaten dan kota di wilayah tersebut.

Kepala BPS Kepulauan Riau, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan pelaksanaan sensus yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena karakteristik geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau.

Menurut Toto, pendataan harus menjangkau hingga wilayah terluar dengan rentang kendali yang cukup jauh serta kondisi cuaca yang sering berubah.

“Kondisi geografis Kepulauan Riau menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi, terutama untuk menjangkau pulau-pulau terluar,” ujarnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, BPS memberdayakan masyarakat setempat sebagai petugas sensus. Langkah itu dilakukan agar koordinasi dan proses pendataan di wilayah kepulauan dapat berjalan lebih efektif.

Baca Juga:  Bappenas Optimistis Kepri Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

Selain tantangan geografis, keterbatasan jaringan internet di sejumlah pulau juga menjadi perhatian. Pasalnya, seluruh proses pendataan dilakukan menggunakan aplikasi digital FASIH (Fasilitas Survei dan Sensus).

Meski demikian, BPS telah menyiapkan mekanisme khusus agar pendataan tetap dapat berjalan meskipun tidak tersedia akses internet.

“Semua jawaban responden terlebih dahulu direkam dalam aplikasi. Jika belum ada jaringan internet, data akan disimpan sementara dan dikirim ketika petugas sudah mendapatkan akses sinyal,” jelas Toto.

Sensus Ekonomi 2026 menyasar seluruh rumah tangga dan pelaku usaha di Kepulauan Riau. Data yang dihimpun akan digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah dalam jangka panjang.

Menurut Toto, kualitas data yang dihasilkan sangat penting karena menjadi rujukan pemerintah dalam memetakan kondisi ekonomi, potensi usaha, hingga arah pembangunan ekonomi selama satu dekade ke depan.

Karena itu, ia berharap seluruh masyarakat dan pelaku usaha dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang akurat kepada petugas di lapangan.

“Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026. Semakin baik data yang diperoleh, semakin tepat pula kebijakan pembangunan yang dapat disusun pemerintah,” katanya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Pendataan Ekonomi #statistik #bps kepri #kepulauan riau #Sensus Ekonomi 2026