Batampos - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Zoztafia, menekankan pentingnya pergeseran paradigma penyaluran zakat dari konsumtif menjadi produktif demi mengentaskan kemiskinan di Kepri. Penegasan tersebut disampaikan usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kanwil Kemenag Kepri dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam di Tanjungpinang, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, ia sangat menantikan kerja sama nyata seperti ini, karena langsung menyentuh program aksi untuk umat. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak sekadar terjebak dalam wacana saat mengurus kemaslahatan masyarakat.
"Kita kadang terlalu banyak bicara dalam mengurus umat tapi tidak segera bertindak. Kegiatan (aksi nyata) seperti inilah yang kita tunggu-tunggu. Saya sangat sepakat dengan PKS ini," tegas Zoztafia.
Baca Juga: AS Serang Area Sekitar PLTN Bushehr, Iran Laporkan 14 Tewas dalam Dua Hari
Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menitipkan pesan penting kepada LAZ Batam dan jajaran Kemenag terkait ketepatan sasaran bantuan dan visi jangka panjang pengelolaan zakat. Zoztafia meminta agar proses verifikasi penerima manfaat dilakukan secara teliti.
"Untuk verifikasi jangan sampai salah sasaran, harus sesuai kriteria yang sudah ditetapkan. Selama ini, penyaluran zakat kita masih dominan konsumtif dan belum produktif. Saya harap ke depan kita punya visi besar untuk memperbesar zakat produktif. Kita harus mengadakan kail-kail pancing yang banyak, memberikan modal dan semangat kepada warga kurang mampu untuk bekerja dan mandiri," tegasnya lagi
Zoztafia menambahkan, tugas Kemenag ke depan adalah menunjuk Kantor Urusan Agama (KUA) yang akan menjadi lokus project program pemberdayaan ekonomi umat. Selanjutnya, LAZ Batam diharapkan masuk memberikan intervensi strategis terhadap produk atau usaha yang dijalankan masyarakat guna meningkatkan derajat kaum mustahik.
"Kemenag ingin memperbesar peranan kita semua untuk kesejahteraan umat. Mudah-mudahan LAZ Batam ke depan tumbuh semakin maju," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, memaparkan perjalanan program pemberdayaan ekonomi umat ini yang awalnya diamanahkan oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI pada tahun 2022 lewat pilot project di KUA Batam Kota, lalu berlanjut ke KUA Sekupang.
Sebagai LAZ berskala provinsi, LAZ Batam ditargetkan mampu mendampingi 5 KUA. Pada tahun ini, LAZ Batam merealisasikan pendampingan pada 3 KUA baru, yaitu KUA Batu Aji (Kota Batam), KUA Seri Kuala Lobam (Kabupaten Bintan), dan KUA Kecamatan Meral (Kabupaten Karimun).
Baca Juga: Rekomendasi 5 Portuguese Egg Tart Terenak di Batam yang Wajib Dicoba
Syarifuddin juga menjelaskan program pembiayaan program secara mandiri dari LAZ sebagai lembaga mitra Kemenag. Disebitkannya, saat ini bantuan diberikan secara bertahap setelah melihat tingkat kebutuhan riil penerima manfaat.
“Ini adalah hasil evaluasi kami selama mendampingi umat di KUA Batam Kota dan KUA Sekupang. Harapan kita program ini berjalan baik dan memberi manfaat luas, karena meski bernama LAZ Batam, program kami saat ini sudah menjangkau 5 kabupaten/kota se-Kepri," jelas Syarifuddin.
Adapun agenda penandatangan PKS tersebut bertempat di Ruang PTSP Kanwil Kemenag Kepri. Turut dihadiri oleh Kepala Kemenag Bintan, Abu Sufyan, Kepala Kemenag Batam Budi Dermawan, Kepala Kemenag Karimun Riadul Afkar, dan Kepala Bidang Bimas Islam Ahmad H beserta jajaran tim kerja Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.(*)
Editor : Chahaya Simanjuntak