Ansar Pastikan Program Strategis Nasional di Kepri Berjalan Sesuai Target

Antara • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:31 WIB
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. ANTARA/Ogen
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. ANTARA/Ogen

batampos – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, memastikan pelaksanaan berbagai program strategis nasional di Provinsi Kepri berjalan sesuai target hingga Agustus 2026. Program tersebut meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Kampung Nelayan Merah Putih.

Ansar menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui lima misi pembangunan daerah.

"Visi kami adalah mewujudkan Kepri yang maju, makmur, dan merata. Seluruh program pembangunan daerah diarahkan untuk mendukung percepatan pelaksanaan program strategis nasional," ujar Ansar di Tanjungpinang, Selasa (4/8).

Baca Juga: Dijambret di Batamindo, Korban Ceritakan Detik-detik Perampasan 2 Ponsel

Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Juli 2026 jumlah penerima manfaat telah mencapai 594 ribu orang atau sekitar 87,47 persen dari target, dengan dukungan 239 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota.

Pemprov Kepri juga terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mempercepat operasional dapur SPPG di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Kami juga menekankan seluruh SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk menjamin keamanan makanan dan mencegah risiko keracunan massal," katanya.

Pada program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kepri telah membentuk 407 koperasi. Dari jumlah tersebut, 271 koperasi telah memiliki lahan, sedangkan 136 lainnya masih dalam proses penyediaan lahan.

Pemerintah daerah juga mendorong kerja sama antara koperasi dan badan usaha milik negara (BUMN) dalam penyediaan logistik yang akan dipasarkan kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

"Kami terus berkonsultasi dengan pemerintah pusat agar program ini segera berjalan optimal sebagai pengungkit ekonomi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Viral 135 Titik Koperasi Merah Putih Disebut Berada di Laut, Pemkab Tapin Beri Klarifikasi

Sementara itu, pelaksanaan Program Sekolah Rakyat di Kepri telah menjangkau 201 peserta didik yang tersebar di Kabupaten Natuna sebanyak 96 siswa, Kota Tanjungpinang 62 siswa, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 43 siswa.

Ansar mengatakan proses lelang pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di tiga daerah tersebut terus dipercepat. Selain itu, pembangunan sekolah serupa di Kabupaten Bintan, Karimun, Lingga, serta satu Sekolah Rakyat tingkat Provinsi Kepri di Pulau Dompak juga tengah dipersiapkan.

"Lokasi Sekolah Rakyat di Pulau Dompak sudah ditinjau dan dalam waktu dekat akan segera dilelang oleh Kementerian Sosial," ungkapnya.

Pada sektor kelautan, Kepri mengusulkan 124 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Sebanyak empat lokasi telah ditetapkan, yakni tiga di Kota Batam dan satu di Desa Cemaga Utara, Kabupaten Natuna.

Selain itu, 82 lokasi telah selesai menjalani survei topografi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, 18 lokasi merupakan usulan tambahan survei, sedangkan 20 lokasi lainnya masih menunggu proses survei.

"Target kami dalam dua tahun ke depan sebanyak 100 titik Kampung Nelayan Merah Putih dapat terbangun di Kepulauan Riau," kata Ansar.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bersama para pemangku kepentingan terus mengawal pelaksanaan program strategis nasional agar berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan akses distribusi logistik di seluruh wilayah Kepri. (*)

Editor : Jamil Qasim
Program Strategis Nasional Berjalan Sesuai Target