Dispar Kepri Ingatkan Operator Pompong, Keselamatan Wisatawan Harus Jadi Prioritas

Antara • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 13:10 WIB
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan. Foto: Mohamad Ismail/Batam Pos
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan. Foto: Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau (Dispar Kepri) meminta travel agent, pemandu wisata, dan penambang pompong atau kapal kayu memprioritaskan keselamatan wisatawan yang menggunakan transportasi laut.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul insiden pompong terbalik di perairan sekitar Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, Selasa (4/8). Peristiwa itu menjadi bahan evaluasi terhadap aspek keselamatan transportasi laut, terutama yang melayani wisatawan.

Kepala Dispar Kepri Hasan mengatakan seluruh pihak terkait harus tertib dalam menaikkan dan menurunkan penumpang. Aktivitas tersebut harus dilakukan di lokasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Kostum Satwa Asia hingga Manusia Egrang Memukau Wisatawan di BRNP 2026

“Kita imbau semua pihak terkait tertib dalam menaikkan dan menurunkan wisatawan di lokasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” kata Hasan, Sabtu (8/8).

Hasan juga meminta travel agent dan pemandu wisata memastikan wisatawan menggunakan titik keberangkatan resmi. Penumpang tidak boleh dinaikkan atau diturunkan di lokasi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas tersebut.

Menurut dia, kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan tidak hanya menyangkut keamanan perjalanan, tetapi juga kenyamanan wisatawan sekaligus citra pariwisata Kepulauan Riau.

“Travel agent, tour guide, dan penambang pompong harus lebih disiplin dalam mengatur perjalanan wisatawan melalui jalur laut,” ujarnya.

Pemerintah daerah, lanjut Hasan, telah menetapkan dua titik keberangkatan resmi bagi wisatawan yang menggunakan pompong sebagai moda transportasi di perairan Tanjungpinang.

Titik pertama adalah Pelantar Kuning yang selama ini menjadi lokasi keberangkatan pompong menuju Pulau Penyengat, salah satu kawasan wisata sejarah utama di Tanjungpinang.

Titik kedua adalah Pelantar II Kuala Riau yang menghubungkan Pelantar I dan Pelantar II. Lokasi tersebut disiapkan pemerintah untuk aktivitas sandar dan perpindahan penumpang pompong.

Baca Juga: Kemiskinan Turun Jadi 8,07 Persen, IDEAS Soroti Banyak Pekerja Masih Miskin

Hasan menilai insiden pompong terbalik menjadi pengingat pentingnya koordinasi antara pelaku usaha perjalanan wisata, pemandu wisata, operator pompong, dan instansi terkait.

Koordinasi diperlukan untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penumpang dipatuhi, termasuk kapasitas angkut dan penggunaan perlengkapan keselamatan.

“Ketertiban penggunaan titik keberangkatan dan penurunan penumpang sangat penting untuk mendukung pengawasan aktivitas transportasi laut, khususnya yang melayani wisatawan dan masyarakat di Tanjungpinang,” tuturnya.

Dispar Kepri berharap seluruh pelaku usaha wisata laut meningkatkan disiplin operasional. Hal itu mencakup penggunaan alat keselamatan, pengaturan kapasitas penumpang, serta kepatuhan terhadap lokasi sandar resmi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah kejadian serupa sekaligus memastikan perjalanan wisatawan melalui jalur laut berlangsung aman dan nyaman. (*)

Editor : M Tahang
keselamatan wisatawan penambang pompong wisatawan asing dispar kepri