batampos – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengungkapkan bahwa operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Satgas MBG Kepri, Rika Azmi, mengatakan sebanyak 164 titik SPPG daerah terpencil di Kepri telah ditetapkan melalui keputusan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Namun hingga kini, seluruh titik tersebut masih belum beroperasi.
"Pekerjaan ini harus kita dorong bersama agar pelayanan MBG tidak hanya terkonsentrasi di wilayah aglomerasi, tetapi juga menjangkau masyarakat di daerah terpencil," ujar Rika usai Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin.
Sebagian SPPG Siap Beroperasi
Rika menjelaskan, dari 164 titik SPPG tersebut, sebanyak 27 titik telah menyelesaikan proses appraisal, memiliki kepala SPPG, dan siap beroperasi.
Sementara itu, 65 titik telah melalui appraisal tetapi belum memiliki kepala SPPG. Kemudian 13 titik telah selesai dibangun namun belum menjalani appraisal, 43 titik masih dalam proses pembangunan, dan 16 titik telah masuk portal mitra tetapi belum ditetapkan.
Adapun sebaran SPPG daerah terpencil di Kepri meliputi:
- Kabupaten Lingga: 56 titik
- Kota Batam: 35 titik
- Kabupaten Kepulauan Anambas: 23 titik
- Kabupaten Karimun: 18 titik
- Kabupaten Bintan: 17 titik
- Kabupaten Natuna: 14 titik
- Kota Tanjungpinang: 1 titik
Jika seluruh SPPG di wilayah aglomerasi dan daerah terpencil telah beroperasi, jumlah SPPG di Kepulauan Riau diproyeksikan mencapai 404 titik yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Realisasi MBG Kepri Capai 87,47 Persen
Rika yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepri menyampaikan bahwa hingga 24 Agustus 2026, realisasi penerima manfaat Program MBG telah mencapai 87,47 persen dari target 679.402 penerima manfaat.
Meski demikian, capaian antarwilayah masih belum merata.
Kabupaten Karimun mencatat realisasi tertinggi sebesar 97,39 persen, disusul Kota Batam 93,25 persen, Kota Tanjungpinang 85,13 persen, Kabupaten Natuna 84,54 persen, dan Kabupaten Bintan 74,02 persen.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Anambas baru mencapai 42,13 persen, sedangkan Kabupaten Lingga 44,46 persen.
Menurut Rika, data tersebut masih menggunakan basis data tahun 2025 dan akan diperbarui pada awal September 2026 seiring proses pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sejumlah SPPG Aglomerasi Masih Terkendala Operasional
Selain SPPG di daerah terpencil, sejumlah dapur MBG di wilayah aglomerasi juga belum beroperasi secara optimal.
Saat ini terdapat 240 SPPG aglomerasi di Kepri. Namun, 11 titik masih mengalami kendala operasional.
Sebanyak delapan SPPG belum beroperasi karena dana pada virtual account belum tersedia. Selain itu, satu SPPG masih dalam proses renovasi, satu SPPG mengalami kendala virtual account, dan satu SPPG belum beroperasi akibat konflik internal antara yayasan dan mitra.
Sebaran SPPG yang belum beroperasi berada di Kota Batam sebanyak tujuh titik, Kabupaten Bintan dua titik, Kota Tanjungpinang satu titik, dan Kabupaten Natuna satu titik.
Satgas MBG Kepri menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk mempercepat operasional seluruh SPPG, khususnya di daerah terpencil, agar manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh Kepulauan Riau. (*)
Editor : Putut Ariyo