Cuaca Kepri Makin Panas, Dinkes Ingatkan Bahaya Heat Stroke dan ISPA

Antara • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:32 WIB

Dinkes Kepri mengimbau masyarakat mewaspadai risiko heat stroke dan ISPA di tengah cuaca panas dan kering selama musim kemarau.  F. Unsplash
Dinkes Kepri mengimbau masyarakat mewaspadai risiko heat stroke dan ISPA di tengah cuaca panas dan kering selama musim kemarau. F. Unsplash

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap heat stroke atau kondisi meningkatnya suhu tubuh secara drastis akibat paparan cuaca panas selama musim kemarau. Selain itu, warga juga diminta mewaspadai meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang dipicu udara kering dan berdebu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinkes Kepri, M. Bisri, mengatakan heat stroke merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap remeh karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari sakit kepala, mual, hingga muntah.

"Apabila mengalami gejala tersebut, segera minta bantuan ke puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan terdekat," kata Bisri di Tanjungpinang, Kamis.

Kurangi Aktivitas saat Cuaca Terik

Untuk mengurangi risiko heat stroke, Dinkes Kepri mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika cuaca sedang terik, terutama setelah pukul 10.00 WIB.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan, Bisri menyarankan penggunaan pelindung kepala seperti topi atau payung agar tubuh tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih sekitar dua hingga tiga liter per hari guna mencegah dehidrasi selama musim kemarau.

"Termasuk istirahat yang cukup, misalnya tidur siang juga sangat penting agar tubuh tetap sehat dan bugar," ujarnya.

Udara Kering Tingkatkan Risiko ISPA

Bisri juga mengingatkan bahwa musim kemarau menyebabkan udara menjadi lebih kering, berdebu, dan mempermudah penyebaran polusi udara. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir sudah cukup banyak masyarakat yang mengalami gangguan ISPA. Karena itu, warga diimbau menjaga daya tahan tubuh dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di lingkungan yang berdebu.

"Dari pantauan di lapangan, cukup banyak warga terdampak ISPA belakangan ini. Makanya tetap jaga kesehatan tubuh, bila perlu memakai masker saat keluar rumah," kata Bisri.

BMKG: Cuaca Kepri Masih Panas dan Kering

Sementara itu, Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Robbi A. Anugerah, mengatakan kondisi atmosfer di Pulau Bintan dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih didominasi udara yang relatif kering disertai tiupan angin cukup kencang.

Kondisi tersebut menghambat pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan sehingga peluang hujan masih tergolong rendah.

"Peluang hujan diperkirakan masih relatif rendah, sehingga cuaca cenderung lebih panas dan kering," ujar Robbi.

Dengan kondisi cuaca tersebut, masyarakat diimbau tetap menjaga kesehatan, memperbanyak konsumsi air putih, menghindari paparan sinar matahari dalam waktu lama, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala heat stroke maupun gangguan pernapasan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Dinkes Kepri Heat Stroke BMKG Tanjungpinang ispa musim kemarau