September Penuh Festival, Ini 4 Agenda Wisata Budaya Kepri yang Sayang Dilewatkan

Antara • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 08:34 WIB
Warga dan wisatawan dari berbagai latar suku antusias menyaksikan perayaan Cap Go Meh di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, pada awal Maret 2026. ANTARA/Ogen
Warga dan wisatawan dari berbagai latar suku antusias menyaksikan perayaan Cap Go Meh di kawasan Senggarang, Kota Tanjungpinang, pada awal Maret 2026. ANTARA/Ogen

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menghadirkan empat agenda wisata budaya sepanjang September 2026 sebagai upaya menjaga tren pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau, Hasan, mengatakan rangkaian agenda tersebut tidak hanya menjadi atraksi bagi wisatawan, tetapi juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal, UMKM, hingga masyarakat di destinasi wisata.

"Dengan rangkaian kalender pariwisata ini, kami optimistis pariwisata Kepri akan terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," kata Hasan di Tanjungpinang, Selasa.

Menurut Hasan, agenda wisata sepanjang September tersebar di sejumlah daerah, mulai dari Kabupaten Bintan, Kota Batam, hingga Kota Tanjungpinang. Seluruh kegiatan mengusung kekayaan budaya lokal sebagai daya tarik utama sekaligus memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Kenduri Budaya Bintan yang digelar pada 2–5 September 2026 di Akau Taman Kota Kijang, Kabupaten Bintan. Festival ini menghadirkan beragam atraksi budaya, kuliner, dan tradisi masyarakat yang menjadi identitas daerah.

Selanjutnya, Festival Moon Cake akan berlangsung pada 11–24 September 2026 di K-Square Mall, Kota Batam. Festival tersebut menampilkan keberagaman budaya yang hidup harmonis di Kepulauan Riau sekaligus menjadi salah satu agenda favorit masyarakat setiap tahunnya.

Memasuki pertengahan bulan, Gebyar Masyarakat Pesisir dijadwalkan berlangsung pada 14–20 September 2026 di Kota Tanjungpinang. Kegiatan ini mengangkat kehidupan masyarakat pesisir sebagai bagian penting dari identitas budaya dan pariwisata Kepulauan Riau.

Puncak rangkaian agenda ditandai dengan Pawai Lampion pada 24 September 2026 di Tanjungpinang sebagai bagian dari Festival Moon Cake. Ribuan lampion yang menghiasi Kota Gurindam diproyeksikan menjadi daya tarik visual bagi wisatawan sekaligus memperkaya pengalaman berwisata di Kepulauan Riau.

Hasan menegaskan seluruh agenda tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, Kepri tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan wisata bahari, tetapi juga memperkuat daya tarik melalui tradisi, seni, serta kreativitas masyarakat.

"Kepri tidak hanya menawarkan keindahan alam dan pesona bahari, tetapi juga mengajak wisatawan merasakan langsung budaya, tradisi, dan kreativitas masyarakat yang menjadi kekuatan utama daerah ini," ujarnya.

Pemprov Kepri optimistis semakin banyaknya agenda wisata sepanjang tahun akan mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), serta memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Event Kepri Festival Kepri tanjungpinang bintan pariwisata kepri