batampos – Ratusan anak muda dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bergabung dalam Rembuk Pemuda Kepri. Wadah kepemudaan ini dibentuk untuk menyerap aspirasi sekaligus merumuskan gagasan dan gerakan nyata bagi pembangunan daerah.
Koordinator Rembuk Pemuda Kepri M. Khairil Ramadhan mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang terjadi di tujuh kabupaten/kota di Kepri.
“Wadah ini untuk menyerap aspirasi anak muda, merangkul anak muda untuk berdiskusi isu-isu yang terjadi di tujuh kabupaten/kota di Kepri,” kata Khairil, Sabtu (3/10) malam di Tanjungpinang.
Sejauh ini, sekitar 100 pemuda dari Tanjungpinang, Bintan, Lingga, Batam, Karimun, Anambas, dan Natuna telah bergabung sebagai anggota.
Bahas Isu Sosial hingga Infrastruktur
Khairil menjelaskan, para anggota Rembuk Pemuda Kepri akan membawa berbagai persoalan dari daerah masing-masing untuk dibahas bersama. Isu yang menjadi perhatian antara lain sosial, pendidikan, hingga infrastruktur.
Berbagai persoalan tersebut dibahas dalam diskusi yang menjadi bagian dari deklarasi Rembuk Pemuda Kepri.
“Diskusi-diskusi ini akan terus dilakukan untuk menyerap aspirasi dan memajukan Kepri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan yang menjadi keynote speaker dalam deklarasi tersebut mengatakan, pemuda memiliki posisi penting dalam proses pembangunan dan perubahan daerah.
Menurut Iman, pemuda telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah Indonesia sejak masa perjuangan kemerdekaan. Keberanian menyampaikan pandangan dan mengambil tanggung jawab menjadi modal penting bagi generasi muda untuk membawa perubahan.
“Pemuda harus berbuat perubahan yang nyata, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat Provinsi Kepri,” tegasnya.
Ia juga menilai aktivitas pemuda yang diisi dengan diskusi dan pertukaran gagasan penting untuk mempersiapkan masa depan daerah.
Iman berharap Rembuk Pemuda Kepri tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi mampu melahirkan gagasan, kolaborasi, dan gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya berharap Rembuk Pemuda tidak hanya sekadar tempat diskusi. Namun tempat lahirnya gagasan, kolaborasi hingga gerakan nyata,” pungkasnya. (*)
Editor : M Tahang