Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ahuat Segera Kembali ke Tanah Air

Sandi Pramosinto • Selasa, 18 Maret 2025 | 18:05 WIB
Staf dari KJROI Johor Bahru mengantar Ahuat melihat kapal jaring ikan yang berada di Pelabuhan gelang Patah, Johor Bahru.
Staf dari KJROI Johor Bahru mengantar Ahuat melihat kapal jaring ikan yang berada di Pelabuhan gelang Patah, Johor Bahru.

batampos- Satu orang nelayan tradisional Karimun, Ahuat yang sempat ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada Senin (3/3) lalu segera kembali ke tanah air. Khususnya, Karimun. Hal ini setelah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi rencana pemulangan nelayan tersebut.

''Seperti diketahui, Ahuat sempat ditahanj di APMM Malaysia dan pada Kamis (13/3) lalu akhirnya diserahkan KJRI Johor Bahru. Namun, Ahuat tidak pulang sendirian, melainkand engan kapal pompong jaring ukuran 2 ton miliknya juga akan pulang,. Namun, disebabkan ada kerusakan, maka pemulangan ditunda,'' ujar Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri di Karimun, Faizal kepada Batam Pos, Senin (17/3).

Hari ini (Senin, red), lanjut Faizal, hasuil koordinasi terbaru dengan KJRI Johor Bahru bahwa persiapan untuk pemulangan Ahuat menggunakan kapal pompong jaring miliknya sudah siap. Pihak KJRI bersama Ahuat sudah melihat kapal pompong jaring yang sudah selesai diperbaiki di Pelabuhan Gelang Patah, Johor Bahru.

''Alhamdulillah, perbaikan kapal pompong jaring berujkuran 2 GT milik Ahuat sudah selesai dan kapalnya sudah siap berangkat. Minyak juga sudah diisikan. Untuk itu, pemulangan baru bisa dilakukan Selasa (18/3) dengan pengawalan pihak terakit dari Malaysia sampai di perbatasan,'' paparnya.

Dikatakannya, hasil koordinasi DKP Provinsi kepri dengan KJRI Johor Bahru keberangkatan Ahuat pulang ke tanah air menggunakan kapal pompong jaringnya dari Pelabuhan Gelang Patah pukul 11 waktu Malaysia. Jika melalui pelabuhan ini (Gelang Patah, red) maka, dipastikan penjemputan tidak melalui perairan Pulau Takong Hiu. Artinya, sudah semakin dekat ke Pulau Karimun dan lebih cepat. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#kjri