batampos- Presiden RI, Prabowo tahun ini akan memberikan bantuan sapi untuk Pemerintah Kabupaten Karimun untuk Hari Raya Idul Adha 1446 H/ 2025 M.
Hanya saja, kriteria sapi bantuan dari Presiden RI ini dengan berat minimal 800 kg. Dan, asal sapi merupakan sapi lokal dari Kabupaten Karimun.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Syauqi yang dikonfirmasi Batam Pos, Kamis (8/5) mengatakan, berdasarkan hasil rapat secara virtual atau zoom meeting dengan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, salah satu kriteria sapi bantuan dari Presiden untuk Pemerintah Kabupaten Karimun minimal dengan berat 800 kilogram.
''Selain kondisi sapi sehat dan dalam keadaan baik, minimal berat sapi yang berasal dariPresiden beratnya 800 kilogram. Kita sudah cari di peternakan yang ada di Kabupaten Karimun, ukuran berat segitu (800 kilogram) tidak ada. Apalagi, sumber sapi itu tidak didatangkan dari luar, melainkan dari peternak lokal di kabupaten kita,'' ujarnya.
Lebih lanjut Syauqi menyebutkan, pihaknya sudah melakukan survei ke para peternak yang ada. Memang tidak ada. Tapi, kalau dengan berat 500 kilogram dengan kondisi sehat dan dalam keadaan baik itu ada.
Pihaknya sudah mengusulkan ke Pemerintah Provinsi Kepri terkait jenis- jenis sapi dengan ukuran 500 kilogram yang akan dijadikan bantuan Presiden RI.
''Ada 3 ekor sapi dengan berat 500 kilogram dari 3 peternakan yang kita kirimkan gambarnya ke Pemerintah Provinsi Kepri. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan sapi yang mana yang dipilih. Karena, memang maksimal ukuran sapi yang ada di Kabupaten Karimun yang berasal dari peternak lokal tidak ada yang sampai 800 kilogram,'' ungkapnya.
Kalau sudah ada, katanya, akan dilaporkan ke Bupati Karimun untuk diserahkan kemana sapi bantuan Presiden RI nantinya. Selain itu, juga akan dilaporkan ke pemerintah pusat. Karena, pembiayaannya akan dibayarkan langsung dari pemerintah pusat ke rekening peternak. Untuk itu, kepada para peternak untuk mempersiapkan NPWP, sebab pembayaran sapi akan dipotong pajak. (*)
Editor : Tunggul Manurung