Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dihantam Ombak di Selat Gelam, Karimun, Kapal Pembawa Kayu Tenggelam

Sandi Pramosinto • Minggu, 29 Juni 2025 | 17:54 WIB
Anggota Satpolairud dan Basarnas melakukan SAR terkait kapal pompong pembawa kayu teki tenggelam di Perairan Selat Gelam.
Anggota Satpolairud dan Basarnas melakukan SAR terkait kapal pompong pembawa kayu teki tenggelam di Perairan Selat Gelam.

batampos- Kapal pompong yang bermuatan kayu pancang atau kayu teki tenggelam setelah dihantam ombak di Perairan Karimun. Tepatnya di Selat Gelam yang merupakan selat yang berada diantara Pulau Karimun Besar dengan Pulau Paret, pada Sabtu (28/6) pukul 23.00 WIB.

Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Sarianto melalui Kanit Patroli, Ipda Kennedy membenarkan
bahwa kapal pompong yang bermuatan kayu teki tersebut tenggelam setelah mengalami cuaca
buruk dalam perjalanan dari Parit 3 menuju ke Meral. ''Kapal tenggelam setelah dihantam ombak dan cuaca buruk,'' ujarnya.

Dikatakannya, ada tiga orang di dalam kapal tersebut semuanya selamat. Meski satu diantaranya sempat hilang, namun akhirnya diselamatkan nelayan yang melintas di lokasi kejadian. Ketiganya adalah Sulaiman, 62, M Nur, 60 dan Ruslan, 42.

Untuk Sulaiman dan M Nur menyelamatkan diri menggunakan kotak styrofoam dan hanyut sampai ke Pantai Coastal Area pada pukul 01.00 WIB. Kemudian, diselamatkan warga untuk dibawa ke rumah sakit.

''Sedangkan, untuk Ruslan yang dilaporkan sempat hilang akhirnya baru baru ditemukan pukul oleh kapal pompong nelayan yang melayari perairan tersebut. Dengan demikian, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Sedangkan, untuk sarana angkutan tenggelam tidak bisa diselamatkan,'' ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, lanjutnya, pada Jumat (27/6) pukul 21.00 WIB kapal yang dibawa oleh Sulaiman, M Nur dan Ruslan berangkat dari Meral menuju ke Paret 3, Kecamatan Selat Gelam untuk mencari kayu.

Pada hari berikutnya, Sabtu (28/6) setelah selesai menebang kayu sebanyak 30 batang ketiga menunggu air laut pasang untuk berlayar kembali pulang ke Meral. Dan, setelah air laut pasang, pukul 21.00 WIB kapal berangkat. Namun, di tengah perjalanan dihantam, ombak dan cuaca buruk. (*)

 

Editor : Tunggul Manurung
#ombak #tenggelam #kapal #karimun