Batampos - Saat ini, ada dua Puskesmas yang mengalami kekurangan tenaga kesehatan (Nakes). Khususnya, kekurangan dokter umum untuk membantu pelayanan kesehatan di Puskesmas Moro dan Puskesmas Kundur Barat.
''Memang, sejak aturan tidak membenarkan lagi dokter honor dan dokter pegawai tidak tetap (PTT), menyebabkan Kabupaten Karimun kekurangan dokter. Khususnya, untuk ditempatkan di Puskesmas. Seperti Puskesmas Moro dan Puskesmas Kundur Barat,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun, drg Soerjadi kepada Batam Pos, Rabu (25/2/2026).
Saat ini, katanya, pihak Dinkes sudah membuka lowongan untuk mendapatkan Nakes dokter umum untuk ditempatkan di kedua Puskesmas tersebut. Hanya saja, sampai saat ini belum ada peminatnya. Selain membuka lowongan, pihaknya juga berusaha menghubungi rekan seprofesi di daerah lain untuk menanyakan langsung.
''Untuk biaya gaji dokter, kami ambil dari badan layanan umum daerah (BLUD). Dan, hal ini dibenarkan. Melalui pemberitaan media ini (Batam Pos, red) dia berharap ada tenaga dokter umum yang bersedia bekerja di Karimun dan ditugaskan ke Puskesmas Moro dan Puskesmas Kundur Barat,'' jelasnya.
Camat Kundur Barat, Yusufian yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, keberadaan Puskesmas Kundur Barat memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. ''Meski tidak ada dokter, pelayanan tetap dibuka. Namun, tentu saja tidak maksimal pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,'' paparnya.
Sehingga, tambahnya, jika ada masyarakat yang mengalami keadaan darurat, tentu saja tidak bisa ditangani di Puskesmas Kundur Barat disebabkan tidak ada dokter. Melainkan, dirujuk ke RSUD Tanjungbatu yang jaraknya 17 km. Dia berharap masalah pelayanan kesehatan di Puskesmas tersebut bisa segera teratasi.
''Kasihan masyarakat. Saya sering mendengar keluhan masyarakat Kundur Barat yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk berobat ke RSUD Tanjungbatu disebabkan tidak dokter umum di Puskesmas Kundur Barat. Salah satunya biaya transportasi pulang pergi yang jaraknya cukup jauh. Semoga kondisi ini bisa segera teratasi dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat kami bisa kembali normal,'' ungkapnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak