Dua Balita Korban Kebakaran Kelenteng di Karimun Meninggal Saat Tiba di RSUD Muhammad Sani
Sandi Pramosinto• Selasa, 3 Maret 2026 | 08:00 WIB
Evakuasi korban kebakaran, terlihat petugas Damkar menggendong dua korban yang masih balita di Karimun, Senin (2/3/2026). F Pramosinto Sandy/Batam Pos
Batampos - Dua balita korban kebakaran kelenteng di Jalan Pertambangan, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun, dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit, Senin (2/3/2026) kemarin.
Kasi Pelayanan MedisRSUD Muhammad Sani, Fauziah, mengatakan kedua balita tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Kedua balita yang tiba bisa kami sampaikan dalam kondisi dead on arrival (DOA), artinya saat tiba sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya saat ditemui kemarin.
Ia menambahkan, kedua korban mengalami luka bakar derajat dua dan diduga mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap tebal saat kebakaran terjadi.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Karimun, Agus Suroso, mengisahkan, proses pencarian korban di dalam bangunan yang terbakar. Saat memeriksa kamar di dekat tangga lantai dua, ia menemukan dua anak dalam kondisi lemas.
" Saya bersama satu rekan langsung membawa kedua anak tersebut keluar bangunan untuk diselamatkan. Sedangkan ibunya memang sudah meninggal dunia saat ditemukan," paparnya.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB kemarin itu, melanda kelenteng di bangunan dua ruko dengan lantai atas yang menyatu. Api diduga berasal dari lantai satu, namun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan kebakaran, terutama pada bangunan tempat tinggal yang menyatu dengan tempat ibadah atau lokasi usaha. (*)