Batampos - Dua hari pasca-kebakaran Kelenteng To Pek Kong Hai Su yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia, bangunan ini masih dilabel garis polisi. Itu tandanya, penyebab kebakaran belum diketahui.
Kapolsek Kota Tanjungbalai Karimun, AKP Andri Yusri mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihaknya juga masih menunggu kepulangan anggota keluarga korban, yakni suami atau ayah dari dua balita yang tewas.
''Suami atau ayah dari dua anak yang meninggal bekerja di Sulawesi. Kabar duka sudah disampaikan. Beliau dalam perjalanan pulang,'' ujar Andri saat dikonfirmasi Selasa (3/3/2026).
Dia menambahkan, hasil koordinasi kepolisian dengan pihak keluarga, khususnya suami korban sangat dibutuhkan untuk penyelidikan mendalam seperti mendatangkan petugas forensik.
Sebelumnya, kebakaran kelenteng tua To Pek Kong Hai Su di Jalan Pertambangan, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun terjadi Senin (2/3/2026) lalu. Peristiwa di pagi hari tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Terdiri dari seorang balita laki-laki berinisial AEA, 3 dan balita perempuan SVA, 2. dan ibunya Felni, 31.
Ketiga korban terjebak di lantai dua ruko yang lantai dasarnya dijadikan kelenteng. Seluruh jendela dipasang terali besi. (Selengkapnya di edisi cetak Rabu, 4 Maret 2026)
Editor : Chahaya Simanjuntak