Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ramadan, Produksi Sampah di Karimun Stabil di 60 Ton per Hari

Sandi Pramosinto • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:00 WIB

 

Bersihkan tumpukan sampah, Dinas Lingkungan Hidup menurunkan alat berat beberapa waktu lalu  F Sandi P/Batam Pos
Bersihkan tumpukan sampah, Dinas Lingkungan Hidup menurunkan alat berat beberapa waktu lalu  F Sandi P/Batam Pos

Batampos - Produksi sampah di Pulau Karimun selama Ramadan tidak mengalami peningkatan atau dalam keadaan stabil. Dalam satu hari rata-rata sampah yang diangkut dari pemukiman warga dan kontainer yang jadi tempat pembuangan sementara (TPS) mencapai 60 ton.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun, Ahmadi yang dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (4/3/2026) mengatakan, sejak awal sampai dengan pertengahan Ramadan tahun ini laporan yang diterimanya belum terlihat  adanya peningkatan produksi sampah.

''Kalau kami melihat sampah per hari yang diantar ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat masih stabil. Per hari 60 sampai 70 ton,'' ujarnya.

Jumlah ini, tambahnya, masih sama dengan jumah produksi sampah pada hari-hari biasa. Dan, seperti biasa, mayoritas sampah itu banyak berasal dari rumah tangga. Karena, memang setiap kontainer TPS yang diangkut itu ditempatkan di pemukiman masyarakat. Dalam satu hari dua kali dilakukan pengangkutan.

''Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengelola sampah di lingkungan tempat tinggal untuk meminimalisir produksi sampah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Kepala DInas Lingkungan Hidup Kabupaten Karimun Nomor 72 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pengelolaan
Sampah oleh LPS,'' jelasnya.

LPS ini, kata Ahmadi, dapat dibentuk di setiap pemukiman masyarakat yang berkoordinasi ke RT dan RW. Melalui musyawarah dapat menentukan siapa yang akan jadi penanggung jawab LPS. Dengan adanya LPS disetiap pemukiman warga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Mengingat sistim pengolahan sampah di TPA dengan cara sanitari. Yakni, digali lubang dan ditimbun. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#produksi sampah #karimun