Batampos - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, mengukuhkan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan berlangsung di Gedung Daerah Kepri, Kota Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam.
Menag yang juga Ketua Umum BP4 Pusat, melantik langsung 44 pengurus BP4 Kepri. Prosesi pengukuhan tersebut turut disaksikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, serta sejumlah pejabat lintas sektoral.
Nasaruddin juga sekaligus memberikan tausiyah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. " Betapa pentingnya peran BP4 di tengah tingginya angka perceraian di Kepri, khususnya cerai gugat yang dinilai lebih dominan dibandingkan cerai talak," ujarnya.
Menurutnya, BP4 harus tampil sebagai benteng utama dalam menjaga keutuhan keluarga. Ia mengingatkan bahwa perceraian bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas, termasuk melahirkan kemiskinan baru.
"BP4 sangat penting di Kepri. Perceraian akan memunculkan orang miskin baru, yang umumnya adalah istri dan anak-anak. Karena itu, persoalan ini harus mendapat perhatian serius," ujar Nasaruddin Umar.
Ia juga menguraikan pandangan Al-Qur’an tentang tatanan sosial. Nasaruddin menyebutkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas negara relatif sedikit, sementara pembahasan tentang perempuan dan keluarga justru sangat dominan.
“Tidak ada negara yang ideal berdiri di atas masyarakat yang berantakan. Dan tidak ada masyarakat yang kuat tanpa keluarga yang utuh. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan negara akan ikut kuat,” jelasnya.
Baca Juga: Jajaran Manajer PT ASL Ditetapkan Tersangka, 4 WNA Dicekal
Menag juga meminta para pengurus BP4 Kepri untuk bekerja lebih aktif dalam menekan angka perceraian demi menyelamatkan masa depan generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian yang disampaikannya, sekitar 80 persen kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga anak terlantar berakar dari keluarga broken home.
“Saya mohon BP4 benar-benar aktif. Jangan sampai karena ego orang tua, anak-anak menjadi korban,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepri, Zoztafia, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pengurus BP4 Kepri, didampingi Jangga Hasibuan sebagai Ketua Harian. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak