Batampos - Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Kepri angkat suara dan bereaksi keras atas dugaan pemerasan terhadap wisatawan asing di Pelabuhan Batam Centre, Kota Batam yang diduga dilakukan oleh petugas Imigrasi.
Tindakan yang dialami oleh dua turis asal Singapura tersebut, diklaim dapat merugikan citra pariwisata di Kepri, khususnya di Kota Batam. Terlebih, selama ini Batam merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara.
Ketua Asparnas DPD Kepri, Mulyadi Tan menyebut, kepercayaan wisatawan adalah aset utama pariwisata. Sekali rusak, dampaknya bisa panjang dan luas. Tidak hanya bagi Batam, tetapi juga untuk citra Indonesia secara keseluruhan.
Sehingga, Asparnas Kepri mendesak pihak berwenang khususnya Direktorat Jenderal Imigrasi untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Apalagi Kepri sangat bergantung pada sektor pariwisata. Kita harus bisa untuk terus menjaga keamanan, kenyamanan, dan kepercayaan wisatawan," kata Mulyadi Tan saat ditemui Kamis (26/3/2026) siang.
Menurutnya, pariwisata tidak hanya soal destinasi, melainkan juga pengalaman sejak pertama kali menginjakkan kaki di pintu masuk. Sehingga, tindakan dugaan pungli tersebut dapat merusak citra Batam itu sendiri.
Asparnas Kepri juga mendorong agar pihak terkait dapat melakukan peningkatan pengawasan di pintu masuk internasional, transparansi prosedur imigrasi bagi wisatawan, kanal pengaduan yang mudah diakses oleh wisatawan asing, hingga penegakan standar pelayanan internasional di seluruh entry point Kepri. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak