Etos Kerja Jadi Sorotan, DPRD Kepri Nilai Karakter Masih Jadi Kendala Tenaga Kerja Lokal Masuk Industri

Abdul Azis Maulana • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 14:31 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Aman. F. Humas DPRD Kepri
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Aman. F. Humas DPRD Kepri

batampos – Tingginya arus investasi yang masuk ke Batam dan Kepulauan Riau dinilai belum sepenuhnya diikuti dengan optimalnya penyerapan tenaga kerja lokal. Selain kompetensi teknis, karakter dan budaya kerja masih menjadi salah satu faktor yang dinilai perusahaan dalam proses rekrutmen.

Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Aman, mengatakan hal tersebut merupakan hasil dialog dengan sejumlah perusahaan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri di Batam.

Menurutnya, banyak perusahaan mengaku masih merekrut tenaga kerja dari luar daerah karena menilai aspek kedisiplinan dan etos kerja pekerja dari luar lebih baik.

Baca Juga: Audit Stok Gudang, Karyawan Perusahaan Shipyard Ini Diduga Gelapkan 8.250 Kotak Elektroda, Kerugian Capai Rp783 Juta

"Ketika kami bertanya kepada pimpinan perusahaan mengapa masih banyak merekrut pekerja dari luar daerah, jawaban yang paling sering muncul adalah soal karakter dan budaya kerja. Mereka menilai pekerja dari luar memiliki disiplin dan etos kerja yang lebih baik," kata Aman, Rabu (22/7).

Ia menilai temuan tersebut menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia industri. Selama ini, peningkatan kualitas tenaga kerja lebih banyak difokuskan pada aspek keterampilan teknis, sementara pembentukan karakter belum mendapat perhatian yang sama.

Menurut Aman, dunia industri saat ini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan, tetapi juga pekerja yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja dalam tim, dan memiliki budaya kerja yang baik.

"Kalau anak-anak kita memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan didukung karakter yang kuat, saya yakin mereka akan mampu mengisi peluang kerja yang tersedia," ujarnya.

Ia mengatakan peluang kerja di Batam dan Kepulauan Riau akan terus terbuka seiring pertumbuhan investasi dan ekspansi kawasan industri yang masih berlangsung.

Karena itu, tantangan terbesar bukan lagi sekadar menyediakan lapangan pekerjaan, melainkan memastikan tenaga kerja lokal mampu memenuhi standar yang diharapkan perusahaan agar tidak kalah bersaing dengan pekerja dari luar daerah.

Aman berharap program pelatihan tenaga kerja ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan (upskilling), tetapi juga pembentukan karakter, etos kerja, dan kedisiplinan sebagai bekal memasuki dunia industri.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal akan berdampak langsung terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor industri.

"Ketika pengangguran semakin berkurang, dampaknya juga akan menekan angka kemiskinan. Itu yang kita harapkan," katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dan pelaku industri menjadi kunci dalam menyiapkan tenaga kerja lokal yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan budaya kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. (*)

Editor : Jamil Qasim
Etos Kerja dprd kepri