Protes Tak Lolos ke SMKN 7 Batam, Disdik: Kuota Terbatas, Cari Sekolah yang Masih Kosong

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:01 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau memberikan tanggapan terkait protes dari keluarga murid baru, yang tidak ingin bersekolah setelah dinyatakan tidak masuk ke SMK Negeri 7 Kota Batam.

Murid baru yang melakukan protes tersebut merupakan warga Kecamatan Batam Kota, yang jarak antara SMK 7 dengan rumahnya berkisar satu kilometer saja. Murid tersebut mendaftar melalui jalur domisili saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dibuka.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung mengatakan bahwa SPMB dan masa pengenalan lingkungan sekolah untuk murid baru sudah selesai dilakukan. 

Sehingga, menurutnya protes dari pihak keluarga tidak wajar dilakukan. Terlebih, murid tersebut kini telah tertampung di SMK Negeri 2 Kota Batam.

"Susah juga kalau mau memilih sekolah. Memang tidak bisa dipaksakan, karena kuota murid baru juga terbatas," kata Andi, Selasa (28/7).

Ia menyampaikan, murid baru tersebut dapat menerima kenyataan setelah diterima untuk menempuh pendidikan di SMK 2 Batam. Selain itu, pihak keluarga juga dapat mendaftar di sekolah lain, yang daya tampungnya masih belum terpenuhi.

Di Kota Batam sendiri, kata dia masih banyak SMK dan SMA yang masih memiliki daya tampung. Sehingga, murid tersebut tidak perlu memaksakan diri untuk masuk ke sekolah tertentu, yakni SMK 7 Batam.

"Iya terima saja, atau cari sekolah yang kosong. Kalau dipaksakan, susah juga semua kita akomodir. Apalagi di Batam masih banyak yang kosong," tambahnya.

Ia memastikan, proses SPMB jenjang SMA/SMK di Provinsi Kepri berjalan dengan sesuai aturan yang ada. Baik melalui jalur prestasi, maupun jalur domisili yang telah ditetapkan dalam keputusan Gubernur Kepri terkait SPMB, maupun SE Dirjen Paud Dasmen.

"Selain itu, mekanismenya juga sudah ada. Mulai dari pendaftaran pertama, hingga pendaftaran kedua," pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
disdik SMKN 7 Batam