batampos– Benih kelapa asal Kabupaten Natuna semakin diminati berbagai daerah sebagai sumber bibit perkebunan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau mencatat hingga pekan pertama Agustus 2026 telah terjadi tiga kali pengiriman benih kelapa dari Natuna ke luar daerah.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan pengiriman terbaru dilakukan pada Senin (3/8) dari Pulau Midai menuju Kabupaten Bintan melalui jalur laut dengan jumlah mencapai 80.000 butir.
"Berdasarkan data aplikasi Best Trust, terdapat permohonan pengiriman sebanyak 80.000 butir benih kelapa," ujarnya, Selasa (4/8).
Baca Juga: Dijambret di Batamindo, Korban Ceritakan Detik-detik Perampasan 2 Ponsel
Menurut Hasim, kelapa asal Natuna memiliki keunggulan berupa daging buah yang tebal serta produktivitas tinggi sehingga banyak diminati pelaku usaha untuk dikembangkan sebagai tanaman perkebunan.
Sebelum diberangkatkan, seluruh benih menjalani pemeriksaan kesehatan oleh petugas Karantina Kepri melalui Satuan Pelayanan Natuna sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan benih bebas dari Sexava nubila, organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A2 yang berpotensi menyebar ke daerah lain melalui media pembawa tanaman.
Baca Juga: Sekolah di Batam Sambut Putusan MK Pisahkan Anggaran MBG
Selain itu, petugas juga memastikan benih terbebas dari penyakit layu kelapa yang disebabkan cendawan maupun bakteri. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh benih memenuhi persyaratan karantina untuk dilalulintaskan.
"Kami memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur agar kelapa yang dikirim aman, sehat, dan bebas dari organisme pengganggu tumbuhan," kata Hasim.
Ia menjelaskan kelapa merupakan media pembawa berisiko tinggi karena termasuk tanaman tahunan. Proses pembibitan hingga siap tanam membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 12 bulan, sedangkan untuk mulai berproduksi memerlukan waktu beberapa tahun.
Hasim menilai meningkatnya permintaan benih kelapa menunjukkan sektor perkebunan Natuna memiliki potensi besar untuk berkembang, melengkapi sektor perikanan yang selama ini menjadi komoditas unggulan daerah.
"Kami mengawal setiap proses pengiriman agar bibit yang diterima di daerah tujuan dapat tumbuh dengan baik dan tidak membawa penyakit tanaman," pungkasnya. (*)
Editor : Jamil Qasim