Pemprov Kepri Mulai Bangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat

Antara • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:01 WIB
Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari. ANTARA/Ogen
Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri Rodi Yantari. ANTARA/Ogen

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi memulai pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Tahapan awal proyek strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) Kepri, Rodi Yantari, mengatakan setelah penandatanganan kontrak, pekerjaan fisik tahap awal langsung dimulai di lapangan.

"Hari ini kita sudah tanda tangan kontrak kerja. Setelah itu langsung dimulai pembangunan fisik tahap awal di lapangan," kata Rodi, Kamis (6/8).

Baca Juga: Disnaker Batam Gelar Pelatihan Kewirausahaan Perdana bagi Penyandang Disabilitas

Tahap awal pekerjaan meliputi mobilisasi alat berat, pembukaan akses jalan menuju lokasi proyek, serta pematangan lahan yang akan menjadi kawasan pembangunan museum dan monumen.

Selain itu, kontraktor bersama tim manajemen konstruksi juga akan membuat sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama proses pembangunan, mengingat Pulau Penyengat merupakan wilayah kepulauan yang terpisah dari pusat Kota Tanjungpinang.

Rodi menambahkan, kontraktor segera mendatangkan mesin bored pile dan alat pemancang untuk memperkuat fondasi bangunan utama.

Baca Juga: Ocarina Batam Hadirkan Wajah Baru, Tiket Masuk Dihapus dan Fokus Jadi Destinasi Terpadu

Menurutnya, pekerjaan konstruksi secara penuh diperkirakan mulai berjalan pada awal September 2026 setelah seluruh pekerjaan persiapan selesai.

Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut akan memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan dan keahlian yang tersedia. Sementara tenaga ahli khusus akan didatangkan oleh kontraktor pelaksana.

"Kami juga memanfaatkan pasokan material lokal untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat," ujarnya.

Proyek Museum dan Monumen Bahasa Nasional dikerjakan oleh PT Himindo Cipta Mandiri, perusahaan konstruksi asal Jakarta, dengan nilai kontrak mencapai Rp99,9 miliar.

Perusahaan tersebut dinilai memiliki pengalaman membangun berbagai proyek strategis, seperti monumen, museum, hingga rumah sakit di Indonesia.

Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir 2027.

Untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, Dinas PUPP Kepri menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Inspektorat Daerah sebagai pendamping dan pengawas proyek tahun jamak tersebut.

"Karena ini proyek strategis, seluruh pemangku kepentingan kami libatkan agar pelaksanaannya berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan," kata Rodi.

Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat diharapkan menjadi simbol pengakuan terhadap kontribusi besar Pulau Penyengat dalam sejarah lahirnya bahasa Indonesia.

Pulau Penyengat dikenal sebagai pusat perkembangan bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia. Kehadiran museum ini juga diharapkan semakin memperkuat nilai sejarah, budaya, dan bahasa Melayu sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat. (*)

Editor : Jamil Qasim
Bangun Museum Monumen Bahasa Nasional pulau penyengat