batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) memprioritaskan pengembangan lahan pertanian cabai dan padi pada 2026 sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala DKP2KH Kepri Rika Azmi mengatakan, program ketahanan pangan yang bersumber dari APBD tersebut dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota, mulai dari Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Lingga, Natuna hingga Kepulauan Anambas.
“Dari target 219 hektare, tahun ini kita targetkan pengembangan lahan cabai seluas 45 hektare dan tanaman padi seluas 40 hektare,” kata Rika di Tanjungpinang, Senin (10/8/2026).
Khusus tanaman padi, pengembangannya diprioritaskan di Kabupaten Bintan, Lingga, dan Natuna. Ketiga daerah tersebut dinilai memiliki karakteristik lahan kering dan lahan sawah produktif yang lebih mendukung dibandingkan wilayah lain di Kepri.
Untuk mendukung program tersebut, DKP2KH Kepri telah menyiapkan bantuan bibit cabai dan padi kepada kelompok atau kawasan pertanian di sejumlah kabupaten/kota. Sebagian bantuan bibit bahkan telah disalurkan sejak awal 2026.
Selain bantuan bibit, pemerintah juga menurunkan penyuluh pertanian untuk mendampingi petani dalam meningkatkan produktivitas serta keberhasilan usaha pertanian, khususnya komoditas cabai dan padi.
“Setiap Sabtu, kita evaluasi rutin terkait luas tanaman cabai maupun padi, guna memastikan keberlanjutan dari program ini,” ujar Rika.
Produksi Lokal Belum Penuhi Kebutuhan
Rika mengatakan, Pemprov Kepri terus mengoptimalkan lahan pertanian sesuai arahan Menteri Pertanian untuk meningkatkan produksi pangan lokal secara berkelanjutan.
Pasalnya, produksi pertanian Kepri hingga kini belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Sebagian besar kebutuhan pangan masih dipasok dari daerah lain, seperti Pulau Jawa dan Sumatera.
Salah satunya beras. Sekitar 95 persen kebutuhan beras di Kepri masih didatangkan dari luar daerah karena produksi lokal belum mencukupi.
Kondisi tersebut tidak terlepas dari karakteristik geografis Kepri yang didominasi wilayah perairan. Sekitar 96 persen wilayah Kepri merupakan laut, sedangkan daratan hanya sekitar 4 persen sehingga lahan pertanian relatif terbatas.
“Pelan-pelan kita ingin mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah, salah satunya dengan meningkatkan produksi pertanian melalui berbagai program bantuan bibit, sarana dan prasarana hingga pendampingan petani,” kata Rika. (*)
Editor : Jamil Qasim