Pemprov Kepri Siapkan Listrik Gratis untuk 2.050 Rumah Tangga Kurang Mampu

Antara • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:31 WIB
Petugas PLN sedang berupaya untuk memulihkan kembali pasokan listrik di Pulau Siantan, Anambas.
Petugas PLN sedang berupaya untuk memulihkan kembali pasokan listrik di Pulau Siantan, Anambas. 

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprioritaskan pemasangan sambungan listrik baru secara gratis bagi 2.050 rumah tangga kurang mampu pada 2026.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri M. Darwin mengatakan program tersebut merupakan hasil sinergi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Dari APBD Kepri dialokasikan sebanyak 450 sambungan baru listrik gratis yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, ditambah alokasi APBN sebanyak 1.400 sambungan," kata Darwin di Tanjungpinang, Selasa (18/8/2026).

Khusus Kota Batam, Pemprov Kepri mendapat tambahan alokasi 200 sambungan listrik baru yang bersumber dari dana CSR perusahaan pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan (IUK).

Sejumlah perusahaan yang turut mendukung program tersebut antara lain PLN Batam, Panbil, Tunas, Batamindo, Lagoi, Lobam, hingga Tanjung Kasam Power.

Darwin menjelaskan, seluruh penerima manfaat akan mendapatkan fasilitas sambungan listrik dengan daya subsidi 900 watt.

Saat ini, program tersebut memasuki tahap akhir verifikasi kelayakan yang dilakukan bersama PT PLN (Persero), sekaligus proses penunjukan pihak pelaksana.

"Target kami, pemasangan sambungan fisik listrik di lapangan dapat selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan," ujarnya.

Rasio Elektrifikasi Kepri Capai 99,45 Persen

Darwin mengatakan tambahan sambungan listrik gratis tersebut diharapkan semakin meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Kepri.

Saat ini, rasio elektrifikasi Kepri telah mencapai 99,45 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 0,55 persen atau sekitar 4.000 rumah tangga yang belum menikmati akses listrik.

Rumah tangga yang belum berlistrik tersebut mayoritas berada di kawasan pulau-pulau terpencil dan pesisir, termasuk sejumlah wilayah di Rempang dan Galang, Kota Batam.

"Sisa 4.000 rumah tangga ini ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir periode RPJMD tahun 2029," ungkap Darwin.

Menurutnya, program pemasangan sambungan listrik gratis tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat kurang mampu hingga pelosok daerah mendapatkan akses listrik yang aman dan layak.

Keberadaan listrik juga diharapkan membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, termasuk mendukung aktivitas belajar anak-anak pada malam hari dengan penerangan yang memadai.

"Dengan adanya listrik, diharapkan ikut membuka peluang usaha kecil atau produktivitas warga di rumah tangga," kata Darwin.

Pemprov Kepri menargetkan perluasan akses listrik terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh rumah tangga di wilayah tersebut dapat menikmati layanan listrik. (*)

Editor : Jamil Qasim
rumah tangga ESDM