Temuan TBC Kepri Baru 29,6 Persen, Masuk Tiga Terendah Nasional

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:45 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos– Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masuk dalam tiga daerah dengan capaian temuan kasus tuberkulosis (TBC) terendah pada 2026.

Hingga saat ini, Kepri baru menemukan 4.094 kasus TBC atau 29,6 persen dari target 13.825 kasus yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut menempatkan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan temuan kasus TBC terendah secara nasional.

Di bawah Kepri, terdapat Provinsi Bengkulu dengan 2.303 kasus dan Papua Pegunungan sebanyak 1.338 kasus.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus mengatakan, capaian temuan kasus TBC di Kepri mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2025, temuan kasus TBC di Kepri mencapai 6.832 kasus atau 49,8 persen dari target sebanyak 13.731 kasus yang ditetapkan pada tahun tersebut.

Selain itu, Benjamin memaparkan capaian temuan kasus TBC di tujuh kabupaten/kota di Kepri yang masih belum memenuhi target sepanjang 2026.

Kota Batam menjadi daerah dengan temuan kasus TBC terbanyak, yakni 2.806 kasus. Selanjutnya, Kota Tanjungpinang sebanyak 457 kasus.

“Kemudian Bintan 232 kasus, Karimun 314 kasus, Lingga 119 kasus, Natuna sebanyak 109 kasus dan Anambas 58 kasus,” papar Benjamin saat ditemui di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Jumat (11/9).

Selain capaian temuan kasus, Wamenkes juga menyampaikan capaian pengobatan TBC pada 2025. Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, baru empat daerah yang mencapai target kasus TBC terobati.

Keempat daerah tersebut yakni Bintan dengan 486 kasus terobati, Anambas 91 kasus, Natuna 176 kasus dan Karimun 512 kasus.

Sementara itu, tiga daerah lainnya, yakni Tanjungpinang dengan 737 kasus, Batam 4.260 kasus dan Lingga 170 kasus, belum mencapai target kasus TBC yang harus diobati.

Benjamin menjelaskan, salah satu kendala yang dihadapi petugas kesehatan saat ini adalah menemukan masyarakat yang terinfeksi TBC, terutama mereka yang tertular dari anggota keluarga di rumah.

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan, termasuk melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Sehingga diperlukan cek kesehatan gratis (CKG) dan alat X-ray TBC. Agar dapat mengobati masyarakat, biar kasusnya dapat dilacak,” ujarnya.

Untuk memperkuat upaya penemuan kasus, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan memberikan bantuan 10 unit alat X-ray TBC serta dukungan dana bagi tenaga kesehatan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperluas pelacakan kasus TBC hingga ke wilayah-wilayah terpencil dan pulau terluar di Kepri.

Alat X-ray tersebut nantinya akan disebar di 10 puskesmas yang ada di Provinsi Kepri.

“Kita juga minta Pemda untuk saling berkoordinasi. Karena membasmi TBC ini memerlukan kerja sama lintas sektor, tidak sendiri,” pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
terendah di indonesia tbc