batampos - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau membidik pertumbuhan ekonomi 8 persen. Target tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kepri 2026 yang digelar di Harris Hotel Batam Center, Kamis (24/9).
Ketua Umum Kadin Kepri Mustava mengatakan, target tersebut diselaraskan dengan sasaran pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut ekonomi Kepri pada 2025 tumbuh 7,48 persen. Dengan capaian itu, masih terdapat selisih 0,52 persen untuk mencapai pertumbuhan 8 persen.
“Kita Kadin Provinsi Kepri menargetkan sesuai dengan target dari pemerintah pusat, yaitu ekonomi 8 persen. Alhamdulillah, Kadin Provinsi Kepri tahun 2025 kemarin kita tumbuh 7,48 persen. Jadi kalau target pemerintah pusat 8 persen, kita tinggal 0,52 persen lagi,” kata Mustava.
Untuk mengejar target tersebut, Kadin Kepri akan mendorong program yang menyentuh langsung dunia usaha, terutama penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Mustava, seluruh bidang dan kompartemen Kadin didorong menyusun program sesuai kebutuhan pelaku usaha.
“Kami dari Kadin Provinsi Kepri dengan 33 wakil ketua umum yang semuanya ahli dan pelaku di bidangnya akan menyupport program-program kerja yang nantinya dihasilkan di Rapimprov ini. Terutama kita akan support pertumbuhan UMKM,” ujarnya.
Mustava juga melihat posisi geografis Kepri yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sebagai peluang yang perlu dimanfaatkan. Batam dinilai memiliki potensi menarik masyarakat dari kedua negara untuk berwisata, berbelanja, menikmati kuliner, menginap, berolahraga hingga mencari hiburan.
“Dari Johor ada 4,7 juta penduduk Johor. Mereka lebih enjoy berwisata dan berjalan-jalan ke Batam karena di sini tersedia banyak restoran halal,” katanya.
Baca Juga: Jukir Dikejar Parang di Lubuk Baja, Ini Penjelasan Kapolsek
Selain penguatan ekonomi, Kadin Kepri menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah. Kadin, kata Mustava, harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan dunia usaha.
Rapimprov juga diarahkan menghasilkan program yang berdampak langsung bagi dunia usaha dan masyarakat, mulai dari kemudahan investasi, peningkatan kapasitas UMKM, pembukaan lapangan kerja, perluasan perdagangan, hingga mendorong produk Kepri menembus pasar nasional dan internasional.
“Ukuran keberhasilan kita adalah seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat,” katanya.
Rapimprov Kadin Kepri digelar serentak bersama 38 provinsi se-Indonesia secara daring dan dirangkaikan dengan tasyakuran HUT ke-58 Kadin Indonesia. Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan program kerja Kadin Kepri.
Mustava menegaskan, besarnya potensi ekonomi Kepri harus diikuti kemampuan mengubahnya menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Potensi saja tidak cukup. Potensi harus diubah menjadi peluang. Investasi harus diubah menjadi kegiatan ekonomi, dan kegiatan ekonomi harus menghasilkan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri