batampos - Penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Karimun tumbuh 11,70 persen secara tahunan hingga Juli 2026. Pertumbuhan tersebut jauh di atas penyaluran kredit UMKM secara nasional yang mencapai 1,62 persen.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau, kredit UMKM yang disalurkan bank umum di Karimun mencapai Rp1,63 triliun. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) UMKM tercatat 1,60 persen, lebih rendah dibandingkan NPL UMKM nasional sebesar 4,54 persen.
“Angka tersebut berada di bawah NPL kredit UMKM secara nasional sebesar 4,54 persen. Pertumbuhan kredit UMKM tersebut berlangsung di tengah ekspansi sektor perbankan Karimun,” kata Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya, Kamis (24/9).
Secara keseluruhan, aset bank umum di Karimun mencapai Rp7,92 triliun atau tumbuh 11,48 persen. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 3,88 persen menjadi Rp3,74 triliun, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 5,62 persen menjadi Rp4,73 triliun dengan NPL 1,36 persen.
Kredit konsumsi masih menjadi penyaluran terbesar dengan Rp2,23 triliun. Sementara itu, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,57 persen menjadi Rp1,58 triliun.
Baca Juga: 40 Guru Madrasah Ikuti Penguatan Jurnalistik dan Hukum
Sinar mengatakan pertumbuhan kredit UMKM dan investasi perlu diikuti kolaborasi pemerintah daerah, industri jasa keuangan, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) agar pembiayaan menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
“OJK berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dan seluruh anggota TPAKD untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi masyarakat, serta mendorong kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun,” ujarnya.
Selain UMKM, TPAKD juga mendorong inklusi keuangan generasi muda melalui program Generasi Muda Kepulauan Riau Menabung (Gema Kepri Menabung). Sepanjang Agustus 2026, perbankan Karimun menggelar 10 kegiatan dan membuka 270 rekening baru dengan total saldo awal Rp27,5 juta.
OJK dan TPAKD Kabupaten Karimun selanjutnya akan memperkuat edukasi, inklusi keuangan, akses pembiayaan UMKM, serta perlindungan konsumen agar pertumbuhan sektor keuangan semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. (*)
Editor : Yofi Yuhendri