batampos - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Kepulauan Riau (Kepri), Senin (28/9). Berdasarkan citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, asap bergerak ke arah barat laut hingga utara.
Kepala BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Ramelan, mengatakan berdasarkan pembaruan informasi yang diterbitkan Senin, sebaran asap masih terdeteksi di sebagian wilayah Kepri. Pada saat yang sama, angin di wilayah Kepri bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.
Kondisi tersebut turut memengaruhi kualitas udara di Batam. Data BMKG pada pukul 09.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 40,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
“Angka itu menempatkan kualitas udara Batam dalam kategori sedang. BMKG mengimbau masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker ketika berada di luar ruangan,” kata dia.
Masyarakat juga diminta menjaga kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan.
Baca Juga: Kabut Asap Kiriman Kalimantan Selimuti Batam, Ganggu Jarak Pandang
Selain berdampak terhadap kesehatan, BMKG mengingatkan sebaran asap berpotensi mengurangi jarak pandang. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama ketika asap cukup pekat.
“Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi kecepatan kendaraan,” ujarnya.
Di tengah kondisi sebaran asap, BMKG juga mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk Kepri pada Senin pukul 09.50 WIB.
BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 10.00 WIB. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Toapaya, Kabupaten Bintan, dan wilayah sekitarnya.
Cuaca tersebut juga berpotensi meluas ke Gunung Kijang, Bintan Timur, dan Teluk Bintan di Kabupaten Bintan; Midai, Serasan, Subi, Serasan Timur, dan Suak Midai di Kabupaten Natuna; Galang di Kota Batam; serta Tanjungpinang Timur di Kota Tanjungpinang.
BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih dapat berlangsung hingga sekitar siang hari.
“Informasi sebaran asap dalam pembaruan tersebut diperoleh melalui citra satelit Himawari-9 pada 28 September 2026 pukul 01.00 UTC,” kata dia.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap memantau perkembangan kualitas udara dan peringatan cuaca. Kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat, terutama ketika sebaran asap bertemu perubahan arah dan kecepatan angin serta hujan di sejumlah wilayah. (*)
Editor : Yofi Yuhendri