ISPA di Kepri Naik 11,4 Persen, Anak-anak Paling Terdampak

Mohamad Ismail • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:50 WIB

 

‎Sekretaris Dinkes Kepri, Yosei Susanti. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
‎Sekretaris Dinkes Kepri, Yosei Susanti. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

 batampos - Kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak pada kesehatan masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri). Hingga Oktober 2026, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di provinsi ini mencapai 4.415 kasus, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling terdampak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri mencatat peningkatan kasus ISPA dibandingkan dengan periode sebelum wilayah tersebut diselimuti kabut asap kiriman. Peningkatan terjadi di tujuh kabupaten dan kota di Kepri.

Sekretaris Dinkes Kepri, Yosei Susanti, mengatakan paparan asap karhutla turut memengaruhi peningkatan kasus ISPA. Anak-anak tercatat mengalami kenaikan kasus yang signifikan.

“Terjadi peningkatan kasus ISPA yang dipengaruhi sebaran asap kiriman karhutla di tujuh kabupaten dan kota se-Kepri. Peningkatan signifikan dialami kelompok anak-anak,” kata Yosei, Minggu (11/10).

Selain peningkatan kasus ISPA, kualitas udara di sejumlah wilayah Kepri juga memburuk. Dinkes Kepri mencatat kualitas udara di Kota Tanjungpinang dalam dua hari terakhir mencapai angka 164 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

Baca Juga: Asap Karhutla Selimuti Batam, 412 Kasus ISPA Tercatat dalam Sehari

Berdasarkan pemetaan Dinkes Kepri, wilayah lain yang juga mengalami kualitas udara tidak sehat adalah Kota Batam, Kabupaten Kepulauan Anambas, dan Kabupaten Karimun.

Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA di Kepri mencapai 4.415 kasus atau meningkat 11,4 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kota Batam mencatat jumlah kasus tertinggi, yakni 3.025 kasus atau meningkat 19,3 persen. Sementara itu, Kabupaten Karimun mengalami kenaikan persentase kasus tertinggi, yakni 36,8 persen, dengan total 249 kasus.

Adapun jumlah kasus ISPA di wilayah lainnya meliputi Kabupaten Bintan sebanyak 488 kasus, Kota Tanjungpinang 217 kasus, Kabupaten Lingga 192 kasus, Kabupaten Natuna 163 kasus, dan Kabupaten Kepulauan Anambas 81 kasus.

Dinkes Kepri mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker yang memenuhi standar kesehatan untuk mengurangi risiko paparan polusi udara.

“Kita mengimbau masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Apabila mulai merasakan gejala seperti demam, batuk terus-menerus, atau sesak napas, segera mencari pertolongan medis,” pungkasnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Dinkes Kepri kualitas udara ISPA Kepri karhutla kabut asap