Hadapi Dinamika Keamanan Laut, Kodaeral IV Siapkan Satgas QRNC

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:42 WIB
Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut, Laksda TNI Andy Kriswanto melakukan penyematan komandan tim QRNC dan tim Gulbencal, di Markas Komando Satuan Pertahanan Pantai (Mako Sathantai) Kodaeral IV, Selasa (13/10). F.Istimewa
Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut, Laksda TNI Andy Kriswanto melakukan penyematan komandan tim QRNC dan tim Gulbencal, di Markas Komando Satuan Pertahanan Pantai (Mako Sathantai) Kodaeral IV, Selasa (13/10). F.Istimewa

 
batampos - Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV membentuk satuan tugas respons cepat atau Quick Response Naval Command (QRNC) untuk menghadapi dinamika keamanan dan berbagai kejadian yang membutuhkan penanganan segera di wilayah maritim Kepulauan Riau (Kepri).

Satuan ini disiapkan untuk mempercepat respons terhadap informasi dan situasi darurat dengan tetap mengedepankan koordinasi serta mematuhi ketentuan yang berlaku.

Asisten Intelijen Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Andy Kriswanto mengatakan, pembentukan Satgas QRNC disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan karakteristik wilayah kerja Kodaeral IV. Meski mengedepankan prinsip respons cepat seperti F1QR, satuan ini dirancang sesuai tugas dan kebutuhan Kodaeral IV.

“Intinya adalah kesiapan dan kecepatan. Dengan Satgas Gulbencal dan Satgas QRNC, Kodaeral IV memiliki unsur yang siap digerakkan sesuai kebutuhan,” kata Andy saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Alam di Markas Satuan Pertahanan Pantai Kodaeral IV, Batam, Selasa (13/10).

Andy menjelaskan, Satgas QRNC dan Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) memiliki mandat berbeda. Satgas Gulbencal berfokus pada penanganan bencana, penyelamatan, dan bantuan kemanusiaan. Sementara itu, QRNC memperkuat kemampuan Kodaeral IV dalam merespons dinamika keamanan serta kejadian yang membutuhkan tindakan segera.

Menurut Andy, pembentukan QRNC bertujuan meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons terhadap informasi maupun kejadian di wilayah kerja Kodaeral IV. Setiap tindakan harus dilakukan secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: PM2.5 Capai 123,7, Kabut Asap Selimuti Batam

Pembentukan satuan tersebut diumumkan bersamaan dengan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dipimpin Andy. Kegiatan itu turut dihadiri Komandan Kodaeral IV Laksamana Muda TNI Berkat Widjanarko, wakil komandan, inspektur, pejabat utama, serta sejumlah komandan satuan di lingkungan Kodaeral IV.

Dalam apel tersebut, personel dan perlengkapan pendukung diperiksa untuk memastikan kesiapan satuan saat dibutuhkan.

Kesiapan ini dinilai penting mengingat karakteristik geografis Kepri yang terdiri atas gugusan pulau dan wilayah perairan. Kondisi tersebut menuntut kecepatan penanganan serta koordinasi antarlembaga dalam menghadapi keadaan darurat.

Kodaeral IV menyatakan kesiapan personel, sarana, dan prasarana harus diimbangi dengan sinergi bersama instansi terkait. Langkah ini diperlukan agar penanganan keadaan darurat berjalan efektif, baik dalam menghadapi bencana maupun persoalan keamanan di wilayah maritim.

Kesiapsiagaan penanggulangan bencana juga merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI Angkatan Laut. Tugas tersebut mencakup bantuan penanggulangan bencana alam, penanganan pengungsian, serta pemberian bantuan kemanusiaan.

Melalui Satgas QRNC dan Gulbencal, Kodaeral IV menyiapkan dua unsur dengan fokus berbeda. QRNC memperkuat respons terhadap dinamika keamanan, sedangkan Gulbencal menangani bencana dan kebutuhan kemanusiaan. Keduanya diharapkan dapat digerakkan sesuai kebutuhan untuk mendukung keamanan wilayah dan keselamatan masyarakat. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Kodaeral IV Satgas QRNC Quick Response Naval Command keamanan maritim tni al